Ilmuwan: T-rex Satu-Satunya Raja Dinosaurus

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah studi yang diterbitkan awal tahun ini menyatakan dinosaurus paling terkenal dan mungkin paling dicintai di dunia, Tyrannosaurus rex atau T-rex sebenarnya adalah tiga spesies terpisah.

Dalam jurnal Evolutionary Biology yang diterbitkan Senin menyampaikan variasi fosil hanya mencerminkan fakta bahwa dinosaurus, seperti manusia, datang dalam berbagai bentuk dan ukuran.

"Tyrannosaurus rex tetap menjadi satu-satunya raja dinosaurus yang sebenarnya," kata ahli paleontologi Steve Brusatte, rekan penulis studi analisis terbaru dan profesor di Fakultas Ilmu Bumi Universitas Edinburgh di Skotlandia, dikutip dari CNN, Sabtu (6/8).

"Memang benar bahwa fosil yang kita miliki agak bervariasi dalam ukuran dan bentuk, tetapi seperti yang kami tunjukkan dalam studi baru kami, variasi itu kecil dan tidak dapat digunakan untuk memisahkan fosil dengan rapi ke dalam kelompok yang mudah ditentukan. Berdasarkan semua bukti fosil yang kita miliki saat ini, T. rex berdiri sendiri sebagai predator puncak raksasa tunggal dari akhir zaman dinosaurus di Amerika Utara," paparnya.

Makalah kontroversial sebelumnya, yang diterbitkan pada Maret, menganalisis tulang dan gigi dari 37 spesimen T. rex. Penelitian ini menyatakan bahwa T. rex seharusnya memiliki dua spesies bersaudara -- Tyrannosaurus regina (ratu kadal tiran) yang lebih ramping dan Tyrannosaurus imperator (raja kadal tiran) yang lebih gemuk dan bergigi.

Dalam studi terbaru, para peneliti mengamati spesimen fosil T. rex yang sama dan data dari 112 spesies burung, yang oleh para ilmuwan digambarkan sebagai "dinosaurus hidup" karena mereka adalah keturunan langsung dari therapoda -- kelompok dinosaurus T. rex.

Analisis yang memperdebatkan tiga spesies Tyrannosaurus menggunakan sampel dalam jumlah terbatas, pengukuran yang tidak terbandingkan, dan teknik statistik yang tidak tepat, kata penulis laporan baru tersebut.

"Klaim ini didasarkan pada sampel komparatif yang sangat kecil. Jika dibandingkan dengan data dari ratusan burung hidup, kami benar-benar menemukan bahwa T. rex kurang bervariasi daripada kebanyakan dinosaurus theropoda yang masih hidup. Bukti untuk beberapa spesies yang diusulkan ini tidak berlaku," kata James Napoli, salah satu penulis penelitian baru dan mahasiswa doktoral di American Museum of Natural History di New York, dalam rilisnya.

Para peneliti yang terlibat dalam makalah terbaru mengatakan terdapat kemungkin adanya lebih dari satu spesies Tyrannosaurus yang "meneror" Amerika Utara, tetapi tidak ada cukup bukti yang tersedia untuk membuat keputusan semacam itu berdasarkan catatan fosil saat ini.

"T. rex adalah spesies ikonik yang sangat penting untuk penelitian paleontologis dan untuk berkomunikasi dengan publik mengenai sains, jadi penting bagi kita untuk melakukannya dengan benar," kata David Hone, ahli paleontologi dan dosen senior di Universitas Queen Mary London.

Para peneliti menekankan, menentukan apa yang membuat satu spesies berbeda dari yang lain adalah proses yang rumit, bahkan di antara hewan hidup.

"Batas-batas spesies yang hidup pun sangat sulit untuk ditentukan: Misalnya, ahli zoologi tidak setuju mengenai jumlah spesies jerapah yang masih hidup," kata rekan penulis Thomas Holtz, dosen utama paleontologi vertebrata di Universitas Maryland, College Park dan Smithsonian Institution National Museum of Natural History di Washington, DC.

"Menjadi jauh lebih sulit ketika spesies yang terlibat adalah spesies purba dan hanya diketahui dari jumlah spesimen yang cukup kecil. Sumber variasi lain - perubahan dengan pertumbuhan, dengan wilayah, dengan jenis kelamin dan dengan perbedaan individu kuno yang baik - harus ditolak sebelum seseorang menerima hipotesis bahwa dua set spesimen sebenarnya adalah spesies yang terpisah. Dalam pandangan kami, hipotesis itu belum merupakan penjelasan terbaik." [pan]