Ilmuwan Teliti Bumi untuk Cari Alien

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pencarian alien masih terus berlanjut. Tapi, kali ini para ilmuwan justru ingin meneliti Bumi untuk mengetahui dunia lain atau exoplanet. Cara ini di mata ilmuwan bisa meningkatkan peluang untuk mendeteksi organisme asing dari dunia yang jauh.

Proses melihat exoplanet ini dikenal sebagai metode transit yang sudah dilakukan sejak 1999. Metode tersebut berhasil mengungkap ribuan dunia dengan mengukur penurunan kecerahan bintang yang mengorbit planet, seperti dilansir dari laman Live Science, Kamis, 25 Maret 2021.

Baca: Rasa Cinta Manusia kepada Alien Bertepuk Sebelah Tangan

Tidak ada yang tahu apakah dunia lain tersebut menampung kehidupan asing atau tidak. Tetapi jika para ilmuwan meneliti Bumi menggunakan metode transit maka kemungkinan mereka akan menemukan tanda-tanda planet yang memiliki kehidupan.

Setelah tanda tersebut diidentifikasi dari hasil pengamatan Bumi, para ilmuwan dapat mencari petunjuk yang sama di exoplanet. Mereka baru-baru ini menggambarkan pendekatan ini sebagai konsep misi yang disebut Earth Transit Observer (ETO).

Badan Penerbangan dan Antariksa atau NASA, sebagian besar exoplanet yang diketahui berhasil ditemukan melalui metode transit. Teleskop yang kuat, seperti Kepler Space Telescope dan Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), mampu mendeteksi ketika planet yang mengorbit meredupkan cahaya bintang untuk sesaat.

"Bahkan untuk bintang yang jaraknya ribuan tahun cahaya," demikian menurut NASA. Para ilmuwan juga dapat memperkirakan seberapa besar planet tersebut berdasarkan seberapa banyak cahaya yang dihalangi. Mereka juga dapat menghitung ukuran jalur orbitnya dengan mengukur berapa lama waktu berlalu di antara peristiwa peredupan.

Ukuran dan suhu bintang inang, serta seberapa dekat atau jauh planet itu dari bintang memberikan lebih banyak petunjuk tentang seberapa ramah exoplanet terhadap kehidupan. Metode transit juga dapat mengisyaratkan atmosfer exoplanet.

Selama penerapan metode transit, cahaya bintang menyaring melalui molekul atmosfer yang menyerap frekuensi tertentu. Hasilnya dapat membantu ilmuwan untuk mengidentifikasi unsur-unsur seperti oksigen dan metana.

Namun, tanda-tanda seperti itu biasanya sangat kecil bisa terdeteksi sehingga para astronom membutuhkan lusinan pengamatan transit untuk mengkonfirmasi bahwa unsur-unsur ini ada.

Akan tetapi, faktor lainnya di planet dan juga bintang dapat mempengaruhi pembacaan molekul atmosfer. Misalnya saja planet mengalami pergeseran musim, pola cuaca, dan arus laut. Belum lagi aktivitas Matahari yang juga sangat bervariasi.