Ilmuwan Temukan Bukti Nenek Moyang Manusia Memasak dengan Api 780.000 Tahun Lalu

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim ilmuwan dari delapan institusi keguruan berhasil menemukan bukti manusia telah memasak menggunakan api sejak 780.000 tahun lalu. Bukti memasak menggunakan api ditemukan tim ilmuwan di situs arkeologi Gesher Benot Ya’aqov, Israel.

Di situs itu, tim ilmuwan menemukan gigi-gigi ikan yang menunjukkan tanda jelas telah dimasak. Tim ilmuwan yakin gigi-gigi itu berasal dari ikan mas besar yang dapat tumbuh hingga dua meter dan hidup di dekat Danau Hula, Israel.

Untuk mengetahui ikan itu telah dibakar, tim ilmuwan mempelajari gigi faring ikan. Ketika gigi itu terkena panas tinggi, kristal di enamel gigi ikan akan mengembang. Karena itu analisis terhadap ukuran dan struktur gigi ikan itu bisa diketahui dari panas api yang membakar.

Berdasarkan analisis, tim ilmuwan menemukan gigi ikan itu telah terkena panas bersuhu rendah, yaitu 500 derajat Celsius.

Temuan itu adalah bukti jelas ikan itu telah sengaja dimasak karena jika ikan itu dibuang ke api hanya untuk dibakar, bukan untuk dimakan, maka gigi akan menunjukkan tanda-tanda suhu yang tinggi.

“Sejumlah besar sisa-sisa ikan yang ditemukan di lokasi tersebut membuktikan mereka sering dikonsumsi oleh manusia purba, yang mengembangkan teknik memasak khusus. Temuan baru ini menunjukkan tidak hanya pentingnya habitat air tawar dan ikan yang dikandungnya untuk kelangsungan hidup manusia prasejarah, tetapi juga menggambarkan kemampuan manusia prasejarah mengendalikan api untuk memasak makanan, dan pemahaman mereka tentang manfaat memasak ikan sebelum makan,” jelas peneliti Dr. Irit Zohar dan Dr. Marion Prevost, dikutip dari New Atlas, Selasa (15/11).

Gigi tertua yang ditemukan di situs itu berusia 780.000 tahun. Gigi itu menjadi bukti tertua terkait penggunaan api yang terkendali untuk memasak makanan.

Sebelumnya ilmuwan yakin jika manusia telah menggunakan api untuk memasak sejak 170.000 tahun lalu. Namun ilmuwan percaya manusia purba telah menggunakan api sebelum periode itu.

Bahkan terdapat bukti manusia purba Homo Erectus telah belajar menggunakan api satu juta tahun lalu. Ilmuwan yakin api digunakan manusia purba itu untuk kehangatan dan cahaya.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]