Ilmuwan Temukan Fosil Monster Penguasa Lautan yang Hidup 66 Juta Tahun Lalu

Merdeka.com - Merdeka.com - Monster laut benar-benar ada pada akhir periode Kapur, 66 juta tahun yang lalu. Sementara dinosaurus berkembang biak di darat, reptil laut besar yang disebut mosasaurus itu menguasai lautan.

Mosasaurus sebenarnya bukan dinosaurus, tetapi kadal laut raksasa yang panjangnya bisa mencapai 12 meter. Mereka adalah kerabat jauh iguana dan biawak.

Mosasaurus tampak seperti komodo dan sirip ekor seperti hiu. Mosasaurus menjadi lebih besar dan lebih spesifik dalam 25 juta tahun terakhir periode Kapur, menempati ceruk yang pernah diisi oleh reptil laut lainnya seperti plesiosaurus dan ichthyosaurus. Beberapa, berevolusi untuk memakan mangsa kecil seperti ikan dan cumi-cumi. Yang lain menghancurkan amon dan kerang. Mosasaurus baru, bernama Thalassotitan atrox, berevolusi untuk memangsa semua reptil laut lainnya.

Fosil mosasaurus baru-baru ini ditemukan dalam penggalian di Maroko, sekitar satu jam di luar kota Casablanca. Di sini, menjelang akhir Kapur, Atlantik membanjiri Afrika utara.

Thalassotitan, memiliki tengkorak besar berukuran panjang 1,4 meter dan tumbuh hingga hampir 9 meter, seukuran paus pembunuh. Kebanyakan mosasaurus memiliki rahang yang panjang dan gigi yang ramping untuk menangkap ikan, tetapi Thalassotitan memiliki moncong yang pendek dan lebar serta gigi berbentuk kerucut yang besar seperti gigi orca. Ini memungkinkannya untuk merebut dan merobek mangsa besar.

Adaptasi anatomi ini menunjukkan Thalassotitan adalah predator puncak di rantai makanan. Pada dasarnya, mosasaurus raksasa menempati ceruk ekologis yang sama dengan paus pembunuh dan hiu putih besar saat ini.

Gigi Thalassotitan sering rapuh dan patah. Makan ikan tidak akan menghasilkan gigi yang usang semacam ini. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa mosasaurus raksasa menyerang reptil laut lainnya, memotong, melumat, dan mematahkan giginya saat menggigit tulang dan mencabik-cabiknya. Beberapa gigi rusak parah sehingga hampir tergerus sampai ke akarnya.

Fosil sisa-sisa mangsa Thalassotitan juga ditemukan, berupa ikan predator besar, penyu, kepala plesiosaurus sepanjang setengah meter, dan rahang dan tengkorak dari setidaknya tiga spesies mosasaurus yang berbeda. Mangsa-mangsa ini dicerna di perut Thalassotitan sebelum tulang mereka diludahkan keluar.

"Ini bukti tidak langsung," jelas Dr. Nick Longrich, penulis utama penelitian yang diterbitkan di Cretaceous Research pada Rabu (24/8). Longrich adalah Dosen Senior dari Pusat Evolusi Milner Universitas Bath.

"Kami tidak bisa mengatakan dengan pasti spesies hewan mana yang memakan semua mosasaurus lain ini. Tetapi kami memiliki tulang-tulang reptil laut yang dibunuh dan dimakan oleh pemangsa besar," lanjutnya, dikutip dari laman Scitech Daily, Jumat (26/8).

"Dan di lokasi yang sama, kami menemukan Thalassotitan, spesies yang cocok dengan profil si pembunuh – ini adalah mosasaurus yang khusus memangsa reptil laut lainnya. Itu mungkin bukan kebetulan."

Thalassotitan adalah ancaman bagi ekosistem di lautan — termasuk Thalassotitan lainnya. Para mosasaurus besar kerap saling serang dengan mosasaurus lain. Penyerangan biasanya terjadi untuk memperebutkan tempat makan atau pasangan.

"Thalassotitan adalah hewan yang menakjubkan dan menakutkan," jelas Longrich.

"Bayangkan seekor komodo disilangkan dengan hiu putih besar, T. rex lalu disilangkan lagi dengan paus pembunuh."

Mosasaurus baru hidup di jutaan tahun terakhir zaman Dinosaurus, di mana terdapat hewan kontemporer seperti T. rex dan Triceratops. Seiring penemuan mosasaurus dari Maroko, ini menunjukkan mosasaurus tidak mengalami kepunahan sebelum kepunahan massal zaman Kapur disebabkan oleh jatuhnya asteroid. Sebaliknya, mereka berkembang.

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]