Ilmuwan temukan jawaban mengapa banyak hewan punya hubungan sesama jenis

Mengapa banyak sekali spesies mengalami evolusi perilaku yang tidak menghasilkan keturunan dalam apa yang dikenal dengan 'Paradoks Darwin'?

Tetapi sebuah artikel yang ditulis para peneliti pada Yale School of Forestry & Environmental Studies menunjukkan jawabannya sederhana saja.

Hewan memiliki baik hubungan antar jenis kelamin yang sama maupun hubungan antar jenis kelamin berbeda karena hubungan sesama jenis kelamin tidak terlalu berdampak kepada seleksi alam, dan oleh karena itu hewan-hewan ini tidak 'disingkirkan' oleh seleksi alam, tulis para peneliti dalam Nature Ecology & Evolution.

Para peneliti menyarankan alih-alih mengajukan pertanyaan "Mengapa?", kita sebaiknya bertanya "Mengapa tidak?"

Penyusun utama penelitian Julia Monk mengatakan: ‘Kami mengusulkan pergeseran dalam cara pandang kita mengenai perilaku seksual hewan. Kami senang menyaksikan mengenai bagaimana mengendurkan batasan tradisional dalam teori evolusi mengenai perilaku-perilaku ini akan mengantarkan kepada sebuah pemahaman yang lebih lengkap tentang kompleksitas perilaku seksual hewan.'

Para peneliti meyakini bahwa perilaku sesama jenis kelamin dan perilaku berbeda jenis kelamin berevolusi pada saat bersamaan.

Para peneliti tidak mempercayai perilaku seksual yang tidak mengarah kepada reproduksi akan dihilangkan oleh seleksi alam.

Sebaliknya, mereka berpendapat bahwa perilaku seks sesama jenis adalah tidak selalu - dan mungkin bahkan jarang - sangat merugikan.

Penulis pembantu Max Lambert, peneliti pascadoktoral Jurusan Ilmu Lingkungan pada Universitas California di Berkeley, mengatakan; ‘Jadi, seandainya Anda terlalu pemilih dalam menyasar apa yang Anda anggap lawan jenis, maka Anda hanya punya sedikit pasangan. Di sisi lain, jika Anda kurang begitu pemilih dan terlibat dalam perilaku seks yang sama dan perilaku seks berbeda, maka Anda bisa berpasangan dengan lebih banyak individu secara umum, termasuk individu-individu dari jenis kelamin berbeda. '

Pergeseran pola pikir ini memungkinkan para ilmuwan dapat meneliti dan memahami perilaku ini, kata Lambert.

Dia mengatakan: 'Sejauh ini, sebagian besar ahli biologi menganggap perilaku seks sesama jenis sangat merugikan dan, akibatnya, sesuatu yang menyimpang. Berdasarkan pengamatan sederhana kami menunjukkan bahwa SSB (perilaku seks sesama jenis) tampaknya cukup umum terjadi pada ribuan spesies, bayangkan apa yang bisa kita pelajari jika kita berasumsi ini hal menarik dan bukan cuma kejadian yang berlaku di mana-mana.'