Ilmuwan Temukan Jejak Dinosaurus Terbesar di Dunia

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ahli paleontologi menemukan sisa-sisa fosil dinosaurus yang hidup 98 juta tahun yang lalu di Argentina, dan kemungkinan besar menjadi hewan purba terbesar yang pernah ditemukan.

Dilansir dari laman Metro, Senin, 25 Januari 2021, tim baru saja menerbitkan temuan mereka di Cretaceous Research, setelah menemukan apa yang telah diidentifikasi sebagai sisa-sisa Sauropoda Titanosaur pada 2012.

Penggalian dimulai pada 2015 hingga 2016 di Candeleros, situs geologi di provinsi Neuquen, Argentina Timur. Para ahli dari Conicet (National Scientific and Technical Research Council) mengerjakan proyek tersebut, termasuk Alejandro Otero, seorang peneliti dari Museum La Plata.

"Kami mencari sisa-sisa sauropoda dan kami malah menemukan hewan ini," kata Otero.

Penemuan menjadi penting, karena tulang yang terawetkan dengan baik dapat memberikan petunjuk dan informasi lebih lanjut tentang bagaimana dinosaurus ini hidup, termasuk mengenai biologi mereka, cara makan, sistem peredaran darah, dan bagaimana mereka tumbuh.

Sauropoda Titanosaurus adalah dinosaurus herbivora yang hidup pada periode Kapur Akhir. Sejauh ini ada 24 tulang dari tulang ekor telah ditemukan, serta tulang dari pinggul dan tulang belikat.

"Sayangnya kami tidak memiliki tulang panjang, seperti tulang paha atau humerus, yang menjadi poin penting untuk menghitung berat hewan karena perkiraan massa tubuhnya didasarkan pada lingkaran tulang panjang," katanya.

Dia melanjutkan, hewan baru ini mungkin memiliki ukuran yang setara dengan Patagotitan atau bahkan bisa lebih besar. Tapi tanpa adanya tulang yang panjang, akan sulit untuk membandingkannya.

"Patagotitan memiliki massa tubuh antara 60 dan 70 tulang dan panjang 35 meter atau 114 kaki. Dinosaurus yang baru ditemukan ini pasti salah satu yang terbesar," ujar Otero.

Sejauh ini, dinosaurus yang ditemukan di kawasan tersebut belum diberi nama secara resmi karena masih ada unsur-unsur yang harus digali. Tim ingin mendapatkan lebih banyak materi dan membandingkannya dengan dinosaurus lain.