Ilmuwan Temukan Jejak Kaki Kura-Kura Paling Utuh Terawat Berusia 100 Juta Tahun

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim ilmuwan China menyatakan mereka berhasil menemukan jejak kaki kura-kura berbentuk fosil (terfosilisasi) yang berasal dari Zaman Kapur Awal.

Terdapat 20 jejak kaki kura-kura yang berhasil ditemukan tim ilmuwan pada situs fosil Huanglonggou, Provinsi Shandong, China itu. Di antara 20 jejak kaki, terdapat satu jejak kaki dengan lima jumlah kuku yang lengkap.

Meski tim ilmuwan tidak menjelaskan spesies dinosaurus apa yang meninggalkan jejak kaki itu, namun jejak kaki dinosaurus berleher panjang bernama Sauropoda pernah ditemukan di situs itu, tepatnya di selatan wilayah Zhucheng.

Tim ilmuwan yang berhasil menemukan jejak kaki belum dapat mengelompokkan kura-kura itu. Usia jejak kaki pun belum dapat diketahui tim ilmuwan. Namun karena jejak kaki itu berasal dari Zaman Kapur Awal, maka jejak-jejak itu diperkirakan berusia 145 juta – 100 juta tahun. Demikian dikutip dari South China Morning Post, Rabu (3/11).

Tim ilmuwan dari Pusat Penelitian Dinosaurus Zhucheng dan Institut Ilmu Geologi Shandong menamakan kura-kura yang baru mereka temukan sebagai ‘Zhuchengichnites perfectus’.

Nama itu didapatkan dari nama wilayah di mana jejak kaki itu ditemukan, yaitu Zhucheng. Sedangkan nama perfectus didapatkan karena jejak kaki itu terawat karena terfosilisasi.

"Situs jejak kaki Huanglonggou di Zhucheng, provinsi Shandong, telah melestarikan sejumlah besar jejak kaki kura-kura dengan berbagai bentuk di Kapur Awal. Jejak kaki di Zhucheng berbeda dibanding dengan jejak kaki yang ditemukan pada masa lalu," tulis tim ilmuwan dalam penelitian yang dipublikasi dalam Jurnal Geological Review.

Chen Shuqing, salah satu penulis penelitian mengungkap kalau jejak kaki yang ditemukan itu adalah jejak kaki kura-kura yang paling terpelihara dengan baik di dunia.

Penelitian menjelaskan kaki kiri belakang kura-kura mempunyai panjang sekitar 11 sentimeter dan lebar 10 sentimeter. Chen juga menjelaskan kura-kura memiliki banyak cakar yang digunakan untuk berjalan dengan cepat.

Awalnya jejak kaki kura-kura tertua di dunia pernah ditemukan pada 1923. Umumnya, jejak kaki itu ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, dan Eropa.

Berbagai jejak kaki kura-kura lainnya juga pernah ditemukan di China, seperti di Gansu, Mongolia Dalam, Shaanxi, Shandong, Sichuan, dan Xinjiang. Kebanyakan jejak kaki itu berasal dari Masa Jurassic Tengah.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]