Ilmuwan Tunjukkan Lokasi Akan Terjadinya Mega Tsunami

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Alaska, Amerika Serikat (AS) tiba-tiba menjadi pembicaraan khalayak publik. Sebab, para ilmuwan mewanti-wanti bahwa bencana mega tsunami akan terjadi di sana paling cepat dalam 12 bulan mendatang.

Para ilmuwan menunjuk Barry Arm yang merupakan sebuah lereng di barat laut Prince William Sound di Alaska. Benarkah mega tsunami berawal dari sana?

Baca: Mega Tsunami Bisa Terjadi Lebih Cepat dari Perkiraan

Melansir dggs.alaska.gov, Kamis, 22 Oktober 2020, latar belakang geologinya terletak di fjord, yakni teluk kecil dari lelehan gletser di antara dua lereng curam.

Fjord Barry Arm berada di area prima akresi, yakni lempeng tektonik memaksa batuan sedimen bertabrakan dan akhirnya bergabung di pantai Selatan di Alaska.

Sementara itu Barry Arm yang berpotensi besar untuk longsor karena berada di daerah gletser yang curam dan telah menipis selama beberapa waktu terakhir. Selain itu di sana juga batuan dasarnya juga telah retak.

Menurut laporan, lereng bergerak menuju Fjord sejauh 180 meter antara 2009 dan 2015. Setelah itu gerakannya melambat selama beberapa tahun terakhir. Dari pengamatan ilmiah yang dilakukan mulai Juni dan Juli 2020, gerakan di lereng Barry Arm hanya beberapa sentimeter saja.

Kendati potensi mega tsunami masih ada, namun lebih rendah saat 2009 dan 2015. Dengan potensi mengalami tsunami besar, maka Divisi Survei Geologi dan Geofisika Departemen Sumber Daya Alam (SDA) Alaska langsung mengeluarkan peringatan untuk masyarakat yang tinggal di sana.

Mereka meminta masyarakat setempat untuk menggelar dan mengikuti pertemuan kelompok guna membahas risiko mega tsunami akibat longsor di Barry Arm.

Selain itu warga juga diminta menyiapkan barang-barang penting ke dalam go bag, sehingga ketika terjadi bencana bisa langsung dibawa.

Departemen SDA juga meminta warga untuk menyiapkan rute evakuasi serta rencana komunikasi dengan keluarga serta kerabat terdekat.

"Kami sudah mempersiapkan kemungkinan yang terburuk sekali pun jika seluruh lereng (gunung Barry Arm) longsor ke air. Risiko terjadinya mega tsunami ini adalah nyata adanya dan bisa hadir tanpa adanya peringatan dini," ungkap Departemen SDA.