Ilmuwan Ungkap Ada Air di Planet Mars

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Planet Mars mungkin pernah diselimuti salju seperti apa yang terjadi di Kutub Utara Bumi, menurut studi. Eksplorasi lembah-lembah di planet tersebut membawa harapan karena ditemukan sungai yang pernah mengalir di permukaan.

Dilansir dari situs Independent, Selasa, 4 Agustus 2020, penemuan tersebut memberi gagasan bahwa planet tetangga Bumi ini pernah basah dan hangat, serta mempunyai curah hujan dan lautan.

Tapi air yang ditemukan di sana kemungkinan es yang mencair, mirip dengan fenomena di Kepulauan Arktik, Kanada, menurut studi terbaru. Jika memang betul, maka hal tersebut akan lebih bermanfaat untuk alien yang hidup di Mars kuno.

Lapisan es akan memberi perlindungan, memungkinkan air di bawahnya tetap stabil serta menghalangi dari radiasi Matahari. Ilmuwan memeriksa ribuan lembah di Mars, memungkinkan mereka mendapat informasi yang lebih terperinci.

Mereka kemudian membandingkan saluran-saluran yang ditemukan untuk mengetahui bagaimana itu bisa ada di planet merah itu.

Satu dan lainnya tampak sangat mirip, hanya sebagian kecil yang kemungkinan terbentuk oleh erosi air. Adapun yang lain tercipta dari erosi yang lebih luas, dari air yang mengalir di bawah lapisan es kuno.

"Selama 40 tahun terakhir sejak pertama kali lembah Mars ditemukan, asumsinya adalah sungai pernah mengalir di permukaan, mengikis dan berasal dari semua lembah ini," kata ilmuwan Grau Galofre.

Tapi ternyata ada ratusan lagi yang memiliki karakteristik berbeda. Sama seperti di Bumi, lembah di Planet Mars berbeda satu dengan lainnya, menunjukkan adanya proses yang berperan dalam pembentukan lembah.