Ilmuwan Ungkap Mars Dulu Punya Samudera Besar, Jadi Bukti Jejak Kehidupan

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua ilmuwan asal Amerika Serikat (AS) mengungkap mereka berhasil menemukan bukti keberadaan samudera besar kuno di wilayah utara Planet Mars.

Temuan samudera besar kuno itu menunjukkan Planet Mars pernah memiliki kondisi yang tepat untuk menyokong kehidupan.

Dua ilmuwan itu berhasil menemukan bukti samudera besar kuno melalui gambar-gambar yang ditangkap satelit di Mars. Gambar-gambar yang dikumpulkan kemudian dikombinasi untuk membentuk peta topografi bagian utara planet itu.

Selain itu, tim juga menggunakan perangkat milik Survei Geologi AS untuk memetakan data yang dikumpulkan NASA.

Berdasarkan analisis, tim peneliti menemukan bukti garis pantai yang berada di tepi badan air besar. Keberadaan garis pantai itu diyakini peneliti terbentuk tiga setengah miliar tahun lalu.

Penelitian yang dipublikasi pada Journal of Geophysical Research Planets itu menemukan Mars memiliki pegunungan yang terbentuk air mengalir sepanjang 6.500 kilometer.

Tim ilmuwan mengungkap pegunungan itu adalah bukti dari keberadaan sungai yang terkikis dan dasar dari samudera kuno. Tingkat sedimen besar juga berhasil ditemukan tim ilmuwan.

Salah satu peneliti, Benjamin Cardenas menjelaskan wilayah yang ditelitinya bernama Aeolis Dorsa. Wilayah itu memiliki kumpulan terpadat dari pegunungan yang terbentuk karena air.

Cardenas menjelaskan berdasarkan penelitian, maka wilayah itu dahulu memiliki samudera.

"Itu dinamis. Permukaan air laut naik secara signifikan. Batu diendapkan di sepanjang cekungannya dengan kecepatan tinggi. Ada banyak perubahan yang terjadi di sini," jelas Cardenas, dikutip dari VOA, Senin (7/11).

Cardenas juga menjelaskan wilayah yang dahulu penuh air itu dapat memberikan peneliti lain informasi mengenai iklim dan bentuk kehidupan di Mars.

"Jika para ilmuwan ingin menemukan catatan kehidupan di Mars, lautan sebesar yang pernah menutupi Aeolis Dorsa akan menjadi tempat paling logis untuk memulai," ujar Cardenas.

Cardenas yakin penelitiannya dapat memberi informasi terkait iklim purba Mars dan sejarah perkembangannya.

“Berdasarkan temuan ini, kami tahu pasti ada periode ketika (iklim) cukup hangat dan atmosfer cukup tebal untuk mendukung air cair sebanyak ini pada satu waktu,” jelasnya.

Kini Mars adalah planet dingin yang memiliki iklim seperti padang gurun. Samudera besar kuno pun sudah tidak ada lagi.

Meski sudah tidak ada lagi air dalam bentuk cair tetapi karena suhu yang dingin, maka air dalam bentuk padat yaitu es dapat ditemukan di wilayah utara Mars. Berbagai bukti terkait sungai, danau, dan laut juga sudah pernah ditemukan di Planet Mars.

Bahkan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada 2015 pernah menyatakan 4.3 miliar tahun lalu, wilayah bagian utara Mars tertutupi oleh air.

Penelitian lain yang dipublikasi Januari lalu juga menunjukkan Mars memiliki iklim yang mirip dengan Bumi tiga miliar tahun lalu.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]