Ilyas Karim, Pengibar Bendera Merah Putih Saat Proklamasi 1945 Dapat Hadiah Apartemen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pejuang kemerdekaan yang juga petugas pengibar bendera pusaka pertama pada Proklamasi 17 Agustus 1945 bernama Ilyas Karim menerima hadiah apartemen dari Apartemen Kalibata City, Rabu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto di sela penyerahan rumah itu kepada Ilyas Karim di Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, mengatakan, dua tahun silam Ilyas Karim mendatangi Balai Kota DKI Jakarta untuk menemui dirinya.

Menurut dia, saat itu Ilyas menyampaikan keluh kesah bahwa al rumah yang telah ditempatinya puluhan tahun akan digusur karena terletak di pinggir rel kereta api. Kemudian, lanjut Prijanto, pihaknya menyampaikan kepada pengembang untuk memberikan perhatian pada pejuang tersebut. Terlebih pejuang itu berada di sekitar lokasi pembangunan apartemen.

"Alhamdulillah bisa terlaksana. Saya merasa plong, janji sudah terpenuhi. Saya juga memberikan apresiasi kepada pengembang karena mau berbagi," ujarnya.

Menurut Prijanto, Ilyas Karim adalah sosok pejuang. Sejarah mencatat, seorang pejuang memiliki tiga ciri, yakni berbuat baik, rela berkorban, dan pantang menyerah. Itu semua dimiliki oleh Ilyas Karim dan teman-teman pejuang lainnya.

Ilyas Karim seperti tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya karena menerima tempat tinggal baru. "Gembira, seperti mimpi. Saya tidak sangka ada perhatian dari Kalibata City dan Pak Prijanto," kata Ilyas.

Menurut dia, para pejuang berjuang untuk rakyat sehingga tidak heran jika rakyat saat ini juga ikut memperhatikan pejuang. Tapi, rakyat juga harus diperhatikan. Ilyas beserta keluarga belum dapat menempati apartemen yang diberikan tersebut. Diperkirakan apartemen baru dapat ditempati pada pertengahan 2012.

Ilyas akan menempati kamar di Tower R. Saat ini, Tower R masih dalam tahap pembangunan. Namun, sayangnya pihak pengembang enggan memberitahu berapa harga untuk rumah Ilyas tersebut.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.