Imam Abu Hanifah, Pendiri Mazhab Hanafi yang Pengusaha dan Investor

·Bacaan 1 menit

VIVA – Mayoritas penduduk Indonesia adalah penganut agama Islam. Dari kebanyakan penganut agama Islam tersebut, bahkan Asia Tenggara (menurut Wikipedia) kebanyakan adalah penganut mazhab Syafi'i.

Mazhab Syafi'i adalah mazhab terbesar dalam fikih Sunni dan dinisbatkan pada Imam Syafi'i. Mazhab Syafi'i bahkan diakui oleh negara Malaysia dan Brunai Darussalam sebagai mazhab resmi negara.

Mazhab terbesar kedua adalah mazhab Hanafi, yang didirikan oleh Imam Abu Hanifah. Saat ini, negara-negara seperti Mesir, Irak, Syria, Palestina, dan sekitarnya adalah penganut mazhab ini.

Namun, artikel kali ini bukan membahas tentang mazhab. Tapi, mencoba mengenal nama Abu Hanifah, pendiri mazhab ini.

Abu Hanifah memiliki nama asli Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi, yang lahir di Kufah (Irak) pada tahun 80 H, dan meninggal di Baghdad pada tahun 148 H.

Beliau bahkan bertemu langsung dengan "generasi emas" Islam yakni sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW yang ikut di Perang Badar, salah satunya Anas bin Malik.

Imam Hanafi juga menjadi orang pertama yang menyusun kitab fikih, baru diikuti oleh Imam Syafii, Imam Maliki, Abu Dawud, dan Imam Bukhari.

Imam Hanafi adalah seorang yang hafal Quran, serta ribuan hadits. Ia juga mempelajari ilmu tauhid, metafisika, ilmu kalam, kajian hadits dan periwayatannya, serta berbagai ilmu Islam lainnya.

Namun, ia memilih konsentrasi di bidang fikih. Imam Hanafi juga diberi julukan Imam Al'Adzhom karena menjadi rujukan ulama lainnya, guru besar bagi para ulama, serta telah menyelesaikan nyaris 600 ribu lebih perkara dalam ilmu fikih.