Imam Masjid di Depok Ditodong Pisau Orang Tak Dikenal

Raden Jihad Akbar, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang Imam masjid menjadi korban penodongan senjata tajam saat sedang menunaikan salat di Masjid Al Mujahidin, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok, Kamis, 28 Januari 2021.

Beruntung, pelaku yang belum diketahui identitasnya itu, tak sempat menganiaya korban. Ia tiba-tiba kabur, dan hanya meninggalkan pisau di atas sajadah. Menurut keterangan saksi, peristiwa ini terjadi sekira pukul 04.00 WIB.

“Benar tadi kita sudah menerima laporan dari warga Jatijajar mengenai adanya ancaman terhadap seorang imam Masjid Al Mujahidin. Itu (kejadian) dilakukan tadi pagi, sebelum salat subuh,” kata Wakapolsek Cimanggis, Ajun Komisaris Polisi Imam Suyono di lokasi kejadian.

Baca juga: Kemenkeu Proyeksi Ekonomi RI 2020 Minus 1,7-2,2 Persen

Namun, tegas Imam, tidak benar jika terjadi penusukan, atau pelaku melukai korban. “Hanya sekadar pengancaman, terus dia (pelaku) meninggalkan masjid dengan sendirinya,” ujar Imam Suyono.

Kejadian bermula ketika korban, yang diketahui bernama Muhammad Prinadi sedang menjalankan salat sunah di masjid tersebut. Tiba-tiba datang orang tak dikenal (OTK) yang langsung menodongnya menggunakan pisau. Belum diketahui secara pasti motif di balik aksi tersebut.

“Saat yang bersangkutan sedang salat pelaku datang melakukan penodongan kepada imam masjid tersebut. Namun tidak terjadi penganiayaan. Hanya sempat menodong saja lalu pisau diletakkan lagi, kemudian dia (pelaku) pergi keluar,” kata Imam Suyono.

Menurut informasi sementara, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Guna penyelidikan lebih lanjut, kasusnya ditangani Polsek Cimanggis.

Untuk diketahui, kasus penyerangan terhadap seorang ulama bukan kali ini saja terjadi di Kota Depok. Sebelumnya, peristiwa itu sempat dialami oleh H. Ahmad Tajul Aspia di area Masjid I, Cinere, pada Jumat dinihari, 30 Oktober 2020.

Beruntung, pelaku tidak berhasil melukai korban lantaran keburu dicegah oleh sejumlah santri. Belakangan diketahui, pelaku berinisial MR (24 tahun) dan diduga mengalami gangguan kejiwaan. Ia telah dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan.