Imam Shamsi Ali Curiga Politik Pecah Belah Tengah Dijalankan di Indonesia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tudingan radikal oleh kelompok tertentu terhadap kelompok lain membuat Imam Besar di Islamic Center of New York, Muhammad Shamsi Ali menaruh curiga bahwa bangsa Indonesia tengah dipecah belah. Politik pecah belah atau sering juga disebut devide et impera pernah dijalankan Belanda kala menjajah Indonesia.

"Inikan apa yang terjadi di masa lalu zaman Belanda kembali lagi. Yang kita khawatirkan ini bahwa semuanya akan kena. Ada yang sebagian dirangkul, sebagian didorong dan ditendang dan ini tujuannya adalah pelemahan semuanya," ujar Shamsi Ali dalam sebuah diskusi, Selasa (16/2/2021).

Menurut Shamsi Ali, dengan pelemahan di tengah-tengah umat Islam, maka terpecahlah bangsa Indonesia. Jika begitu maka bangsa Indonesia akan mengalami keterpurukan.

Imam asal Sulawesi Selatan itu menganggap tujuan dari pelemahan itu untuk menjadikan partai tunggal yang kuat di Indonesia. Sehingga partai ini bisa dengan leluasa memutuskan sebuah kebijakan sesuka mereka.

"Jangan-jangan ada tujuan khusus untuk menjadikan satu partai tunggal yang hebat dan kuat di Indonesia sehingga tidak ada lagi oposisi sehingga apa pun yang ingin diputuskan bisa dilakukan oleh yang berkuasa," katanya.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 Unsur Pertahanan

Hal itu jelas amat mengkhawatirkan bagi kehidupan bernegara di Tanah Air. Untuk itu menurut Shamsi Ali, pertahanan bangsa Indonesia harus dikukuhkan. Ia melihat ada dua pertahanan bangsa ini yang perlu dikuatkan, yakni umat Islam dan TNI.

"Nah kalau dua hal ini dipecah-belah dan dilemahkan, Indonesia menjadi lemah, maka orang-orang yang punya kepentingan untuk melihat Indonesia lemah ini pasti bertepuk tangan di balik layar," katanya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: