Imam Sukayat Masih Diperiksa

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Pernyataan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan, mengenai ditetapkannya seorang berinisial IM sebagai tersangka atas keteledorannya hingga orang lain terluka akibat ledakan yang bersumber dari pipa paralon dipertanyakan warga.

Warga Jalan Tamtaman Barat IX, RT 8, RW 9, Ngesrep, Banyumanik, Theresa Rini Rubianti, mengaku kecewa dengan statemen yang dikeluarkan pihak kepolisian, Kamis (15/3/2012) tersebut.

Wanita yang akrab disapa Rini, mengaku mengenal akrab seorang IM yang diduga kuat Imam Sukayat (45). Ia mengenal Imam, sebagai orang yang jujur dan ringan tangan jika dimintai tolong untuk membantu membersihkan lingkungan sekitar, meski hanya dibayar seadanya oleh warga sekitar yang menggunakan tenaganya.

"Kemarin, ia baru saja saya suruh membersihkan taman PKK dan membuang sampahnya seperti biasa. Saya mengatakan kepadanya, untuk membersihkan dan nanti akan diberi upah Rp 100 ribu yang bagi Imam sangat besar jumlahnya," ujar Rini kepada Tribun, di sekitar lokasi kejadian, Jumat (16/3/2012).

Selain ringan tangan, Imam menurutnya jujur jika menemukan barang di jalan selalu memberikan kepada orang di sekitarnya atau mengembalikan kepada pemiliknya.

"Wajar saja ia menyerahkan pipa paralon tersebut, kepada para pekerja yang ada di sekitar tempat sampah karena mungkin mengira barang itu milik para buruh bangunan," jelas wanita yang mengenal Imam sebagai pria yang memiliki keterbelakangan mental.

Kakak ipar Imam, Sumarlan, mengatakan sampai saat ini adiknya masih diperiksa pihak Polrestabes Semarang dan belum bisa diajak komunikasi. "Saya tadi sempat bertemu, di ruang pemeriksaan tapi hanya berjabat tangan saja," katanya, saat ditemui di Mapolrestabes Semarang.

Ia tidak mau berkomentar banyak, mengenai kondisi adik iparnya itu, karena khawatir pernyataannya dianggap tidak obyektif oleh pria yang datang ke Mapolrestabes Semarang bersama perangkat RW setempat. "Silahkan tanya saja kepada warga setempat, yang mengenal adik saya lebih dekat karena sehari-hari saya juga tidak tinggal bersamanya," bebernya.

Pria yang mengaku mukim di Solo, itu, sedikit menggambarkan kondisi adiknya, dengan menyontohkan jika disuruh beli rokok tiga bungkus dengan tiga merek yang berbeda pasti lupa dan membelikan berbeda dengan apa yang disuruh kepadanya termasuk jumlah kembaliannya.

"Memang secara fisik dia sehat tapi secara pikiran, lemah dan silahkan saja tanya ke warga," tambah Sumarlan yang belum menerima surat penangkapan atas adiknya dan menyerahkan sepenuhnya proses kepada ketua RT dan RW setempat.

Ketua RT 8, RW 9, Kelurahan Ngesrep, Banyumanik, Abdul Ilyas, menyatakan jika Imam dinyatakan sebagai tersangka tidak mungkin karena tingkah lakunya tidak pernah aneh-aneh dan mempunyai kelemahan secara mental.

"Imam hanya interaksi dengan warga sekitar karena ia susah berinteraksi dengan orang yang tidak dikenalnya," lanjut Ilyas seraya menambahkan Imam sudah berkeluarga dan mempunyai dua orang anak.

Pihak keluarga, menurutnya sudah menyerahkan semuanya kepadanya dan ketua RW setempat jika proses sampai berlanjut termasuk kalau harus menyewa pengacara. "Keluarga tidak mampu menyewa pengacara, kalau sampai berlanjut kami akan meminta bantuan lembaga hukum dan mudah-mudahan tidak berlanjut," tuturnya.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Didiek S Triwidodo, mengatakan belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ledakan bom rakitan berdaya ledak rendah, tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi, dengan melakukan pemeriksaan beberapa saksi termasuk orang yang pertama kali menemukan pipa, tersebut," terangnya.

Ia memastikan, daya ledak bom tersebut, tidak besar karena tidak ada satupun bangunan yang hancur saat ledakan terjadi. "Daya ledaknya seperti mercon, tangan korban hancur tidak lantaran karena dayanya besar," jelas pria yang memastikan ledakan tersebut, belum mengarah pada jaringan teroris tertentu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djihartono, mengatakan sampai saat ini, pihaknya sudah memeriksa delapan orang saksi terkait dengan ledakan tersebut. "Kami juga belum mengetahui, apa motif orang membuang bom di lokasi tersebut," cetusnya.

Imam Sukayat, sampai saat ini masih diperiksa oleh petugas kepolisian dari Polrestabes Semarang dan belum diperbolehkan pulang. (ptt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.