Imbas Arogansi Pengendara, Touring Moge Harley-Davidson Ditunda

Pius Yosep Mali
·Bacaan 2 menit

VIVA –Aksi arogan pengendara motor gede alias motor gede Harley-Davidson, kembali terjadi. Peristiwa itu terjadi di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dalam rangkaian kegiatan touring bertema 'Long Way Up Sumatera Island.'

Tak main-main, dua anggota TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0304/Agam, Serda Mustardi dan Serda Muhammad Yusuf, menjadi korban pengeroyokan pengendara moge buatan Amerika Serikat tersebut.

Lima orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan terhadap dua anggota TNI. Mereka diketahui merupakan anggota Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC). Tak hanya itu, polisi juga mengamankan 13 unit Harley-Davidson dan satu Unit Yamaha X-Max.

Aksi arogan para pengendara moge, membuat Pengurus Pusat Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) membuat surat edaran, terkait tanggapan dan instruksi 'Arogansi Bikers Moge' di Bukittinggi.

Ketua Umum HDCI, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Nana Soekarna dalam surat edaran itu menyebut, HDCI sebagai salah satu organisasi motor besar Harley-Davidson sangat prihatin atas kejadian dan kondisi yang terjadi saat ini, sehingga perlu dilakukan langkah antisipatif guna memberikan pengertian, pemahaman dan mencegah dampak dari kejadian ini.

Berikutnya, kata dia, anggota harus mematuhi segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, serta berpedoman pada 6 nilai organisasi dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Organisasi akan mengambil langkah dan sanksi tegas apabila ditemukan tindakan-tindakan yang anarkis, tidak humanis dan merugikan.

"Menunda setiap kegiatan-kegiatan touring dan kegiatan yang melibatkan rombongan dalam skala besar," ujarnya dalam surat edaran yang dikutip VIVA Otomotif, Senin 2 November 2020.

Selain itu, Nanan meminta kepada seluruh anggota komunitas moge Harley-Davidson untuk melakukan langkah-langkah proaktif segera mungkin dengan melakukan pendekatan humanis dan sillaturahmi kepada Forkompimda setempat, termasuk juga pimpinan-pimpinan TNI, Polri dan Tokoh-tokoh Masyarakat setempat guna membangun image positif bagi organisasi.

Lalu, melakukan kegiatan yang bersifat charity, sosial dan nasionalism. Selain itu, kata dia, mempublikasikan kegiatan positif yang sudah dilaksanakan memakai media sosial yang ada guna mengimbangi pemberitaan yang viral belakangan ini, dan juga melaporkan setiap kegiatan yang dilaksanakan.

"Surat edaran ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan akan dievaluasi menunjuk pada perkembangan situasi," tuturnya dalam surat edaran tersebut.

Baca juga: Meski Pengendaranya Jatuh, Sepeda Motor Ini Dapat Pujian dari Warganet.