Imbas Tawuran, Pelajar SMAN 11 Tangsel Diliburkan dan Sekolah Dijaga Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menjaga SMA Negeri 11 di Kelurahan Jombang, Tangerang Selatan, untuk mengantisipasi aksi balasan buntut tawuran pelajar yang menewaskan alumni SMAN 3 berinisial MIH (18). Kapolsek Ciputat Timur Kompol Yulianto mengakui menurunkan petugas untuk menjaga sekolahan.

"Minta dijagain sekolahnya, kaitannya berantem sama SMAN 3. Iya yang SMA 3. Jadi merasa takut, minta jagain sama kita," kata Yulianto, Senin (1/8).

Dia menyebutkan, permintaan penempatan personel polisi di SMAN 11 Jalan Sumatera I, Rawa Lele, Kelurahan Jombang itu dilakukan demi alasan keamanan siswa dan sekolah.

"Hari ini ada permintaan dari sekolah. Enggak tahu besok, minta lagi enggak. Khusus hari ini sih minta bantuan pengamanan," ucap dia.

Orang tua siswa SMAN 11, F menerangkan kalau sejumlah pelajar SMAN 11 yang diduga menjadi kelompok penyerang dalam tewasnya MIH itu, sempat ramai dengan beredarnya informasi aksi serangan balasan. Sehingga sekolah meliburkan kegiatan PTM dan kembali mengaktifkan pembelajaran jarak jauh.

"Sekolah lockdown seminggu, katanya antisipasi serangan balik, buntut aksi tawuran di Pamulang," terang orang tua siswa, F.

Sebagai orang tua, F mengaku sangat khawatir dengan adanya rencana serangan balik tawuran pelajar itu. Dia berharap pihak Sekolah dan aparat penegak hukum bisa memastikan kondisi keamanan siswa.

"Jelas saya selaku orang tua sangat khawatir, makanya harus dipastikan dulu jaminan keamanannya," ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan, tiga ABG berinisial ROR, D dan MSA mengeroyok MIH hingga tewas. Polisi akhirnya menangkap ketiga pelaku. Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa batang bambu, batang besi menyerupai celurit serta pakaian korban dan pelaku.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu mengatakan, pelaku menganiaya korban pada Minggu (24/7) dini hari. Insiden itu berawal ketika korban bertemu dengan gerombolan para pelaku di Jalan Raya Pamulang II, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.

"Kemudian korban berlari terjatuh ke aspal, saat itulah korban dikeroyok oleh pelaku yang masih di bawah umur," ujar dia. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel