WHO Imbau Contoh Indonesia, Menkes Terawan Sukses Tangani COVID-19?

Lutfi Dwi Puji Astuti, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengajak semua negara untuk mengikuti kiat Indonesia dalam menangani Pandemi COVID-19. Hal ini menjadi sebuah apresiasi yang diberikan WHO kepada pemerintahan Indonesia.

"Saya mendorong semua negara untuk bisa belajar dari pengalaman Thailand, Afrika Selatan dan Indonesia, dan untuk bekerja sama menekan virus ini, hari ini. Kita bisa menyelamatkan nyawa dan mengakhiri pandemi ini bersama-sama” ujar Dirjen WHO, Dr. Thedros Ghebreyesus, dikutip keterangan tertulis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Adapun Kemenkes RI didukung oleh WHO Indonesia telah melaksanakan Intra-Action Review (IAR) nasional untuk penanggulangan COVID-19 pada 11-14 Agustus 2020. IAR tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari rekomendasi Rapat Komite Darurat IHR COVID-19 ke-4 yang dilaksanakan pada Juli 2020.

Saat melakukan perbincangan dengan WHO dan wakil pemerintahan tiga negara lain, Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto menyebut nama Presiden Joko Widodo dan koordinasi Kepala Satgas COVID-19, Jenderal Luhut Binsar Panjaitan, sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam mengatasi Pandemi.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan kedua tokoh itu, perwakilan dari unit teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan, Kementerian dan Lembaga terkait lainnya, Satgas COVID-19 nasional dan daerah, TNI dan Polri, pemerintah provinsi dan kabupaten, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan primer, laboratorium, perguruan tinggi, asosiasi profesi, BUMN, dan organisasi internasional telah berkomitmen dan terlibat aktif serta berkontribusi dalam seluruh proses IAR.

“Keterlibatan pemangku kepentingan multi-sektoral dalam Kajian ini sangat penting dalam mendapatkan pandangan multi-perspektif tentang tanggapan COVID-19 di Indonesia,” katanya pada konferensi pers secara virtual.

IAR di Indonesia mencakup sembilan pilar utama penanggulangan COVID-19, yang terdiri dari pilar (1) komando dan koordinasi; (2) komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat; (3) pengawasan, tim respon cepat, dan investigasi kasus; (4) titik masuk, perjalanan internasional, dan transportasi; (5) laboratorium; (6) pengendalian infeksi; (7) manajemen kasus; (8) dukungan operasional dan logistik; dan (9) memelihara layanan dan sistem kesehatan penting.