Imbau WFH karena Varian India, Bupati Banyumas Minta Maaf ke Bupati Cilacap

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Banyumas - Pantun berbalas antara Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein dengan Bupati Cilacap,Tatto Suwarto Pamuji mencapai titik balik. Husein pada akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada Tatto melalui unggahan video berdurasi 4 menit 37 detik di akun Instagramnya.

"Mohon maaf kepada Bupati Cilacap, Bapak Tatto Suwarto Pamuji. Mohon maaf, pangapurane Kang, pada-pada njaga masyarakate," kata Husein.

Husein sebelumnya mengimbau ASN Banyumas yang berdomisili di Cilacap agar bekerja dari rumah lantaran untuk menekan penyebaran COvid-19, terutama varian India yang diketahui masuk Cilacap dari ABK Filipina. Husein juga meminta pengertian Pemkab Cilacap agar ASN Cilacap yang berdomisili di Banyumas bekerja dari rumah.

Lebih luas, Husein bahkan menyampaikan permohonan agar warga kedua kabupaten menahan diri tidak saling bepergian hingga keluar perbatasan.

"Ini hanya untuk sementara, sambil menunggu kepastian yang punya ilmu dari Kementerian Kesehatan bagaimana sebaiknya menghadapi situasi dan kondisi seperti ini. Ini hanya untuk kehati-hatian," ujar dia.

Permintaan ini lantaran Covid-19 varian India telah masuk ke Kabupaten Cilacap. Varian B.1617 ini masuk melalui anak buah kapal asing pengangkut gula rafinasi yang bertolak dari India.

Varian ini memiliki karakteristik mudah menular dan ganas. Satu di antara 14 ABK yang terpapar meninggal dunia. Bahkan puluhan tenaga kesehatan yang merawat ABK itu kini terpapar Covid-19.

Pernyataan Husein ini sempat menuai reaksi dari Tatto. Tatto tampak tersinggung atas imbauan Husein yang seolah meminta masyarakat mengucilkan Cilacap.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Bupati Cilacap Tersinggung?

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengumumkan dua pasien positif Covid-19 terkait dengan Lembang, Bandung. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengumumkan dua pasien positif Covid-19 terkait dengan Lembang, Bandung. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Jagat maya di Banyumas dan Cilacap mendadak riuh oleh sebuah tayangan video Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji yang mendadak meminta agar ASN dan warga Cilacap tak melakukan perjalanan ke Banyumas.

Sebagian menilai, ini adalah respons atas imbauan Bupati Banyumas, Achmad Husein yang sebelumnya _seperti diberitakan media_ mengimbau agar ASN, TNI dan Polri asal Banyumas yang bertugas di Cilacap untuk berdiam di rumah alias WFH. Ini dilakukan untuk mengantisipasi Covid-19 varian India B.1617.2.

Sontak, imbauan Bupati Tatto yang diunggah di kanal Youtube itu sontak memicu spekulasi. Bupati Tatto tersinggung atas imbauan Bupati Husein.

Perihal imbauan untuk tak ke Banyumas ini, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, M Wijaya menampik bahwa permintaan Bupati Cilacap itu untuk merespons imbauan Bupati Banyumas.

Sebab, semua kebijakan penanganan Covid-19 di Cilacap selalu berbasis regulasi. Salah satunya yakni pembatasan mobilitas warga skala lokal atau mikro.

“Semuanya berbasis pada turunan dari kebijakan nasional. Seperti kebijakan PPKM Mikro dan sebagainya. Itu sudah berlaku semenjak kemarin-kemarin. Jadi bukan gara-gara karena cuitan Bupati Banyumas,” katanya, Jumat (28/5/2021).

Menggerakkan Ekonomi Lokal

Bupati Cilacap mengumumkan 13 ABK Filipina terpapar Covid-19 varian India B.1617.2
Bupati Cilacap mengumumkan 13 ABK Filipina terpapar Covid-19 varian India B.1617.2

Menurut dia, imbauan agar tak ke Banyumas itu juga berarti bupati mengajak warga Cilacap untuk berbelanja dan berwisata di wilayah Cilacap. Keuntungannya, perekonomian Cilacap cepat pulih. Pasalnya, selama ini masih banyak warga Cilacap yang berbelanja di Purwokerto, atau sekedar makan.

“Intinya seperti itu lah. Sebenarnya ini kan kesempatan bagi Bupati Cilacap untuk mengcounter, selama ini kan banyak warga Cilacap yang berbelanja dan makan di Purwokerto,” ucap Wijaya.

Di lain sisi, Wijaya mengklaim Covid-19 di Cilacap relatif terkendali. Penambahan kasus harian dan angka sembuh per hari fluktuatif namun masih dalam batas wajar.

Tak tampak lonjakan signifikan kasus harian Covid-19 usai lebaran. Kasus aktif Covid-19 bertahan di angka kisaran 400 orang.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 ABK Filipina terpapar varian India B.1617.2. Kemudian, 32 nakes di RSUD Cilacap yang merawat atau kontak erat hasil tracing kasus 13 ABK ini juga terpapar Covid-19. Diduga 32 nakes ini juga terpapar varian yang diyakini penularannya lebih cepat.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: