Imbauan PBNU soal Idul Adha: Salat Id di Rumah dan Tidak Mudik

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam dan warga NU di Tanah Air diimbau untuk merayakan Idul Adha di rumah masing-masing. Selain itu, juga diharapkan tidak mudik lebaran ke kampung halaman.

Imbauan ini dikeluarkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam surat edaran Nomor 4165/C.1.34/07/2021 disebutkan tentang pelaksanaan Idul Adha 1442 Hijriah.

Anjuran ini disampaikan mengingat kasus Covid-19 dan varian barunya masih terus mengganas di Indonesia. Selain itu, juga memperhatikan kebijakan pemerintah tentang PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali yang berlaku pada 3 - 20 Juli 2021.

"Dalam menyambut dan melaksanakan Idul Adha 1442 H beserta seluruh rangkaian kegiatannya di rumah masing-masing bersama keluarga inti dengan khidmat dan senantiasa meningkatkan doa serta permohonan kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 segera dapat teratasi," demikian bunyi surat edaran yang ditandatangani Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, Jumat (16/7/2021).

"Selama PPKM Darurat, dalam menyambut dan melaksanakan Idul Adha 1442 H agar tidak melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah atau pun mudik ke kampung halaman," pesan PBNU.

Surat Edaran Ditujukan PWNU se Indonesia

Surat edaran PBNU ini ditujukan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama se-Indonesia, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Indonesia dan Pimpinan Lembaga dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama. Kemudian Asosiasi Pesantren di bawah naungan RMI-Nahdlatul Ulama dan segenap warga Nahdliyin se-Indonesia.

Selain Said Aqil Siradj, surat edaran ini ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal PBNU, Sekretaris Jenderal, Katib Aam PBNU, Yahya Cholil Staquf dan Pejabat Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel