IMF Serukan Kolaborasi Kebijakan Antar Negara untuk Selesaikan Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Vaksinasi jadi kunci selesaikan pandemi Covid-19. Berbagai negara telah berusaha mensukseskan program vaksinasi untuk menciptakan kekebalan kelompok.

Managing Director IMF, Kristalina Georgieva menjelaskan, IMF bisa membantu mempercepat distribusi vaksin ke berbagai negara berkembang yang terkendala akses.

"Kami dapat mengirim lebih banyak vaksin ke negara berkembang, dan kami dapat menghapus hambatan perdagangan dan pembiayaan untuk vaksinasi di sana untuk mempercepat," kata Kristalina seperti dikutip dari imf.org, Jakarta Kamis (14/10/2021).

Bila hal ini dilakukan, target memvaksin 40 persen orang di setiap negara akan tercapai di akhir tahun. Lalu pada pertengahan 2022, 70 persen penduduk dunia sudah divaksin. "Ini target yang kami rangkul bersama Bank Dunia, WHO, dan WTO," kata dia.

Namun bila target-target tersebut tidak tercapai, dampak pandemi akan berlangsung lebih lama. Pemulihan yang lambat akan menyebabkan kerugian. Posisi PDB global pun diperkirakan hanya USD 5,3 triliun selama lima tahun ke depan.

Selain vaksinasi, kolaborasi juga sangat penting dalam upaya bangkit dari krisis akibat pandemi. Kebijakan antar negara yang berbeda ini seharusnya bisa dikolaborasikan dan bersinergi.

IMF memprediksi tekanan harga yang saat ini terjadi baru akan mereda di sebagian negara pada pertengahan tahun depan. Sementara itu, masing-masing bank sentral saat ini harus bisa menahan laju inflasi sementara.

"Kami tahu bahwa bank sentral umumnya dapat melihat melalui tekanan inflasi sementara, tetapi mereka tidak dapat lengah. Mereka harus bersiap untuk bertindak cepat jika risiko ekspektasi inflasi yang meningkat menjadi nyata," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kerangka Jangka Menengah

Vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan di RSUD Matraman, Jakarta, Jumat (6/8/2021). Pemberian vaksin dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan di Indonesia ditargetkan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Vaksinator menyiapkan vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan di RSUD Matraman, Jakarta, Jumat (6/8/2021). Pemberian vaksin dosis ketiga atau booster kepada tenaga kesehatan di Indonesia ditargetkan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Untuk beberapa negara berkembang tekanan harga sudah lebih kuat. Di antaranya, harga pangan dan energi yang lebih tinggi telah memukul keluarga miskin paling parah.

Akibatnya, beberapa negara harus menaikkan suku bunga mereka. Untuk itu, komunikasi antara rencana moneter yang transparan ini sangat penting untuk meminimalisir dampak negatif lintas negara.

"Ketika kita melihat ke depan, komunikasi rencana moneter yang transparan dan jelas sangat penting untuk membatasi dampak negatif lintas negara," kata dia.

Semakin lama pandemi berlanjut maka akan semakin ketat batasan fiskal. Mereka pun katanya, akan memaksakan pertukaran yang sulit, dan akan membutuhkan kredibilitas kebijakan. Hal ini sangat penting bagi negara-negara yang tidak memiliki kekuatan fiskal yang tersisa. Namun sayangnya sebagian besar negara berpenghasilan rendah masih membutuhkan lebih banyak bantuan.

"Kita harus percaya pada kerangka jangka menengah, sebagai bisnis dan sebagai rumah tangga, untuk memastikan bahwa kita memiliki keseimbangan yang tepat antara memberikan dukungan sekarang dan mengurangi utang dari waktu ke waktu," katanya.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel