IMI dan pengelola matangkan pengembangan Sirkuit Internasional Sentul

Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama pihak pengelola mematangkan rencana pengembangan Sirkuit Internasional Sentul atau West Java Sentul International Circuit.

Tim dari kedua pihak sedang merumuskan total anggaran yang dibutuhkan, untuk kemudian dibawa dalam rapat bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Bersama IMI Pusat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengundang para pelaku usaha otomotif dan lainnya yang memiliki pabrik dan kantor di Jawa Barat untuk menghadiri gala dinner fundraising Race In A Lifetime,” kata Ketua Umum IMI yang juga Ketua MPR Bambang Soesatyo usai rapat pengembangan sirkuit itu di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Ketua MPR bakal hadiri peletakan batu pertama Sirkuit F1 di Lagoi

Dalam pertemuan dengan Ridwan Kamil, Bamsoet mengatakan pihaknya bersama pengelola akan mempresentasikan transformasi Sirkuit Sentul menjadi West Java Sentul International Circuit serta berbagai manfaat yang bisa didapatkan saat bergabung menjadi sponsor.

Bamsoet menjelaskan kawasan Sirkuit Sentul yang memiliki luas lahan mencapai 75 hektar ini akan didesain ulang oleh konsultan internasional Populous.

Menurutnya, rekam jejak konsultan itu tidak perlu diragukan karena telah banyak mendesain arena motorsport di berbagai negara di dunia, antara lain Silverstone Circuit, Alabama Motorsports Park Circuit, Dubai Autodrome and Business Park, The Circuit of Wales, hingga The London Grand Prix.

“Proses pengembangan West Java Sentul International Circuit akan dilakukan dalam tiga tahap,” kata Bamsoet.

Tahap awal akan memperbaiki berbagai fasilitas yang sudah ada, seperti lintasan track hingga sarana dan prasarana pendukung seperti paddock, dan sebagainya.

Baca juga: Kemenparekraf gandeng IMI kembangkan industri pariwisata otomotif

Tahap kedua membangun beberapa fasilitas tambahan seperti entertainment zone, fast zone, hotel zone, hingga waterfront zone. Serta di tahap ketiga mengembangkan berbagai sarana dan prasarana yang telah dibangun menjadi semakin baik dan berdaya guna, jelas Bamsoet.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam tahap perencanaan, West Java Sentul International Circuit setidaknya akan memiliki empat zonasi, salah satunya zona hiburan (Entertainment Zone) terdiri dari area pintu masuk (entrance, plaza, dan open parking) serta zona komersil atau mal (commercial/retail, food and beverage, mall with retail, dan car inventory).

Ada pula Hotel Zone terdiri dari hotel dan resort, kolam renang, dan kantor tim, serta Waterfront Zone terdiri dari tempat berkemah, trek untuk lari, arung jeram atau rafting, dan riverfront food and beverage.

Sementara di Fast Zone akan terdapat Theme Park (themed rides, museum, themed food and beverage, brand studios, slalom/drifting, F1 Simulator, event zone, central stage), Grandstand Performanced Zone (grandstand with suites, VVIP parking, team paddocks, paddock experiences, paddock food and beverage, team truck bay), serta Premium/VIP Zone (luxury suites, prime views to the track, luxury/themed hotels, prime grandstands.

Baca juga: Pertamina dan PP IMI gelar "street race" di BSD cegah balap liar

Baca juga: IMI luncurkan aplikasi Gaspol, perkuat jejaring antar-anggota

Baca juga: Ketua IMI apresiasi penyelenggaraan IIMS Hybrid 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel