Imigran China Pelaku Penembakan di Gereja California Punya Motif Benci Orang Taiwan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelaku penembakan di sebuah gereja di California, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (15/5) adalah seorang imigran China. Satu orang tewas dan lima terluka dalam insiden tersebut.

Menurut penyidik, motif pelaku didasari kebencian terhadap Taiwan dan masyarakatnya. Mayoritas jemaat yang beribadah di Gereja Geneva Presbyterian di kota Laguna Woods, sekitar 80 kilometer tenggara Los Angeles itu adalah warga keturunan Taiwan.

Pelaku yang diidentifikasi sebagai David Chou itu menyembunyikan tas berisi bom molotov dan amunisi cadangan di dalam gedung gereja sebelum melepaskan tembakan menggunakan dua pistol, yang disebut penyidik merupakan upaya "metodis" untuk melakukan pembantaian.

Polisi Orange County, Don Barnes menyampaikan pelaku telah memikirkan dengan matang bagaimana mempersiapkan aksinya.

Chou, yang bekerja sebagai penjaga keamanan di Las Vegas, melancarkan serangannya atas dasar kebencian bermotif politik.

"Dan marah dengan ketegangan politik antara China dan Taiwan," imbuh Barnes, dikutip dari AFP, Selasa (17/5).

Aksi Chou berhasil dihentikan jemaat gereja. John Cheng, seorang dokter, berhasil menangkapnya dan kemudian mengajak jemaat lain mengikat pelaku sebelum polisi tiba di TKP.

"Tanpa tindakan Dokter Cheng, pasti akan ada korban lainnya dalam kejahatan ini," kata Barnes.

"Sayangnya setelah Dokter Cheng berhasil menangkap pelaku, dia terkena tembakan dan dinyatakan meninggal di TKP."

Lima orang korban luka dibawa ke rumah sakit. Mereka berusia antara 66 sampai 92 tahun.

Taiwan memiliki pemerintahan sendiri sejak akhir perang sipil pada 1949. Taiwan memiliki pemerintah yang dipilih secara demokratis dan militer yang kuat. China mengklaim berdaulat atas pulau tersebut. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel