Imigran Rohingya terdampar di Aceh Utara jalani pemeriksaan COVID-19

Sebanyak 110 warga imigran etnis Rohingya yang terdampar di pesisir pantai di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, menjalani pemeriksaan COVID-19 dan kesehatan.

Kepala Puskesmas Muara Batu Fauzah di Aceh Utara, Selasa, mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan tes usap antigen. Dan hasilnya, semua imigran tersebut dinyatakan nonreaktif.

"Selain tes COVID-19, mereka juga menjalani pemeriksaan kesehatan, hasilnya semua sehat. Namun, ada beberapa di antara mereka sakit ringan seperti gatal-gatal," kata Fauzah.

Fauzah mengatakan pemeriksaan tersebut memastikan mereka sehat dan tidak membawa virus, mengingat saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung.

Sebagian besar imigran Rohingya yang terdampar tersebut, kata Fauzah, dari pengakuan mereka sudah menerima vaksin, baik dosis pertama, dosis kedua, maupun dosis ketiga atau penguat.

"Kami terus mengingat imigran etnis Rohingya tersebut agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga kebersihan," kata Fauzah.

Baca juga: Sebanyal 110 imigran Rohingya terdampar di Aceh Utara

Baca juga: Menlu Retno: Krisis Rohingya perlu terus jadi perhatian internasional

Sementara itu, perangkat Gampong (desa) Meunasah Lhok, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, meminta pemerintah segera merelokasi 110 imigran etnis Rohingya yang terdampar di pesisir pantai di daerah tersebut.

Kepala Desa Meunasah Lhok Iqbal mengatakan alasan relokasi imigran tersebut karena alasan keamanan. Saat ini, seratusan imigran Rohingya tersebut saat ini ditampung sementara di meunasah setempat.

"Mereka ditampung sementara di meunasah atas permintaan masyarakat. Ini dilakukan karena rasa kemanusiaan. Namun, kami berharap mereka bisa segera direkolasi ke tempat lebih layak lagi," kata Iqbal.

Iqbal mengatakan pihaknya sudah melaporkan ke pemerintah daerah agar imigran Rohingya tersebut segera dipindahkan. Sebab, meunasah tempat mereka ditampung merupakan tempat ibadah dan tidak layak dijadikan lokasi pengungsian sementara.

"Untuk keamanan, kami harapkan mereka segera dipindahkan ke lokasi yang lebih layak. Kami tidak dapat menjamin keamanan imigran Rohingya, mengingat jumlahnya banyak dan latar belakangnya juga belum kami ketahui," kata Iqbal.

Baca juga: Sebanyak 119 imigran Rohingya di Aceh dipindahkan ke Pekanbaru

Baca juga: Sebanyak 107 imigran Rohingya masih tempati kantor camat di Bireuen

Baca juga: Komnas HAM minta Pemprov Aceh membentuk satgas pengungsi luar negeri