Imigrasi Makassar Perketat Paspor Jemaah Haji

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edi Sumardi

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Makassar memeriksa paspor jemaah calon haji (JCH) dengan alat border management control (BCM) di embarkasi Bandara Internasional  Sultan Hasanuddin Makassar.

Kepala Subsi Lintas Batas Seksi Lantaskim Kanim Makassar, Andi Mario, menjelaskan, dengan perangkat BCM maka status paspor bisa dideteksi dengan sistem online.

"Ini sudah kebijakan dari Ditjen Imigrasi dan berlaku di semua embarkasi haji maupun bandara internasional  di seluruh Indonesia," kata Mario yang didampingi Kepala Subsi Perizinan Noer Putra Bahagia,Senin (24/9/2012).

Menurut Mario, sistem BCM keimigrasian sudah dilaksanakan di bandara intetnasional untuk mendeteksi pergerakan orang yang keliar masuk di negara ini. "Ada sinyal-sinyal khusus sehingga mereka yang berstatus cekal langsung bisa diketahui," ujar Mario yang sebelumnya bertugas di Kanim Kelas I Khusus Soekarno-Hatta Jakarta.

Secara terpisah, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kanim Makassar Muhammad Bakri mengatakan, bila ada jamaah calon haji yang berstatus cekal maka yang bersangkutan batal untuk berangkat.

"Kalau dalam proses BCM kemudian paspor yang bersangkutan menunjukkan status cekal maka langsung kami tolak untuk memberangkatkan," tegas Bakri.

Status pencekalan biasanya ditukukan kepada mereka yang tersandung kasus pidana, termasul korupsi. Cekal dimohonkan oleh instansi penegak hukum seperti Komisi Pemberangkatan Korupsi (KPK) atau kejaksaan.

"Kami di imigrasi hanya mengeksekusi permintaan tersebut. Namun sampai saat ini proses BCM untuk para jamaah calon haji ini masih lancar," ujarnya.

Kanim Makassar menurunkan sekitar 15 petugas untuk memeriksa paspor jamaahj. Mereka bertugas secara bergantian di Asrama Haji Sudiang dan Bandatara Sultan Hasanuddin dan bagian dari Panitia Penyelanggara Ibadaha Haji (PPIH) Makassar.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.