Imigrasi Priok rutin himpun laporan jumlah Wisman di Kepulauan Seribu

Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksa Imigrasi Tanjung Priok rutin menghimpun laporan dari pemilik resor di Kepulauan Seribu mengenai keberadaan dan jumlah wisatawan mancanegara (wisman).

"Pemilik penginapan hotel, resort, juga kami berikan sosialisasi agar bisa melaporkan jumlah orang asing yang ada di tempatnya tanpa pemiliknya datang ke kantor Imigrasi," kata Kepala Sub-Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Hesty Hutarini di Jakarta Utara, Rabu.

Namun, pemilik tempat penginapan berupa hotel bintang 1, hotel bintang 2, hotel bintang 3, hotel bintang 4, rumah singgah dan mes perusahaan yang memiliki surat izin usaha di Kepulauan Seribu tetap diimbau melaporkan keberadaan orang asing di tempatnya secara rutin guna mencegah terjadinya pelanggaran keimigrasian.

"Adapun bentuk pengawasannya, kami mendatangi resort-resort yang ada orang asing berkunjung atau menginap untuk mendata jumlah orang asingnya dan melihat kegiatan mereka," kata Hesty.

Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu mendata, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) periode Januari hingga bulan Agustus 2022 mencapai 4.612 orang.

Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu Puji Hastuti mengatakan pasca-Pandemi COVID-19, kunjungan wisman meningkat dari periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai 2.853 orang atau naik 50 persen.

"Kebanyakan wisman yang datang berkunjung ke wilayah Kepulauan Seribu umumnya berasal dari kawasan Asia Tenggara (ASEAN), Asia, dan Eropa," ujar Puji.

Puji menambahkan, pihaknya terus melakukan promosi dunia wisata di Kepulauan Seribu, agar wisatawan khususnya wisatawan asing semakin tertarik berkunjung.

"Ke depan semakin digencarkan mempromosikan wisata Kepulauan Seribu dengan melaksanakan sejumlah event pariwisata yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2022 mendatang," ujarnya.

Puji menambahkan, pihaknya saat ini gencar melakukan promosi wisata berbasis internasional dengan mengerahkan duta-duta wisata dari Ikatan Abang dan None Kepulauan Seribu.

"Pengembangan industri pariwisata di Kepulauan Seribu umumnya berkaitan dengan wisata alam, wisata air, atau resor-resor. Untuk segmen mancanegara, kami dorong duta wisata untuk mempromosikan wisata Kepulauan Seribu," jelasnya.
Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu bangun penampungan air hujan di Pulau Harapan
Baca juga: Memberdayakan potensi wisata Pulau Tidung Kepulauan Seribu
Baca juga: Wisatawan Kepulauan Seribu puji "wajah baru" Pelabuhan Muara Angke