Imigrasi Sei Pancang Amankan Warga Pakistan Saat Masuk ke Pulau Sebatik, Mengapa?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Nunukan - Pos Imigrasi Sei Pancang, Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengamankan dua Warga Negara Asing asal Pakistan. Kedua WNA Pakistan yakni Bhakti Gul (25) dan Shah Zeb (27), diamankan di salah satu hotel di Pulau Sebatik, Sabtu (10/7/2021) kemarin.

Komandan Pos Imigrasi Sei Pancang, Muhadi menerangkan, kedua WNA tersebut berhasil diamankan setelah pihak Imigrasi mendapatkan laporan dari tukang ojek, yang mengantarkannya ke hotel usai speedboat yang ditumpanginya bersandar di salah satu pelabuhan rakyat di Sebatik.

"Jadi, kita menerima laporan ada 2 WNA yang menginap di hotel, setelah itu tim dari Imigrasi Sei Pancang langsung melakukan penyelidikan," terang Muhadi, Senin (12/7/2021).

Pemeriksaan

Ilustrasi kantor imigrasi di Sydney, Australia. (Sydney Immigration Office)
Ilustrasi kantor imigrasi di Sydney, Australia. (Sydney Immigration Office)

Setibanya di hotel yang dimaksud, Muhadi menjelaskan, tim Imigrasi mendapatkan kedua WNA asal Pakistan ini sedang beristirahat di kamarnya.

Selanjutnya, Muhadi menambahkan, kedua WNA tersebut langsung diamankan ke Pos Imigrasi Sei Pancang untuk menjalani pemeriksaan.

"Kita amankan dan dilakukan pemeriksaan, diketahui, kedua WNA ini masuk ke Sebatik tidak sesuai dengan perundangan yang berlaku, yakni menggunakan speedboat carteran tanpa dilengkapi manifes dan surat perintah berlayar," jelasnya.

Dokumen Lengkap

Saat dilakukan pemeriksaan, Muhadi menegaskan, meski kedua WNA tersebut masuk ke Sebatik menggunakan speedboat secara tidak resmi, dari Kota Tarakan. Namun, untuk dokumen perjalanan WNA asal Pakistan ini semuanya dinyatakan lengkap.

"Iya, paspor dan visanya ada, semuanya lengkap dan masa berlakukanya juga sampai 3 Januari 2022," tegas Komandan Pos Imigrasi Sei Pancang.

Dari pengakuan kedua WNA ini, lanjut Muhadi, keduanya nekat datang ke Sebatik untuk mencari rekanan bisnis guna membuka usaha minuman. Hanya saja, aksi yang dilakukan mereka terbilang nekat lantaran belum ada kenalan di Sebatik.

"Kalau pengakuannya mau buka usaha minuman di Sebatik, makanya nekat berangkat dari negara asalnya ke Sebatik, Indonesia untuk mencari rekanan bisnis," beber Muhadi.

Tes PCR

Warga mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Senin (19/10/2020). Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta berencana mengatur sanksi denda Rp 5juta bagi warga yang menolak rapid test maupun swab test atau tes PCR (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Senin (19/10/2020). Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta berencana mengatur sanksi denda Rp 5juta bagi warga yang menolak rapid test maupun swab test atau tes PCR (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Muhadi memastikan, meski WNA asal Pakistan itu dilengkapi dengan dokumen perjalanan, tetapi keduanya tetap diamankan sementara waktu dan diserahkan ke Kantor Imigrasi Nunukan, guna pemeriksaan lebih lanjut dan menjalani pemeriksaan swab.

"Sudah kita serahkan kebagian Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Keimigrasian Nunukan, keduanya tengah menjalani pemeriksaan lanjuan dan akan dilakukan swab," dia memungkasi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel