Imigrasi Yogyakarta sosialisasikan "Karyo Masuk Desa" di Kulon Progo

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta mensosialisasikan "Karyo Masuk Desa" di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka mendukung tugas fungsi keimigrasian maupun penegakan hukum keimigrasian.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta Muhammad Gustur Mudi, di Kulon Progo, Kamis, mengatakan Karyo Masuk Desa Tahun 2022 ini terdiri dari tiga kegiatan, mulai dari seminar keimigrasian, paspor masuk desa dengan metode jemput bola, serta layanan informasi dan konsultasi keimigrasian yaitu informasi yang berkaitan dengan layanan keimigrasian masyarakat di lingkup DIY.

"Kegiatan ini juga sebagai sarana penyebarluasan informasi kepada masyarakat tentang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penerbitan paspor, serta yang utama adalah mengenalkan layanan aplikasi Mobile Paspor (M-Paspor)," kata Gustur Mudi.

Ia mengatakan, M-Paspor merupakan bentuk baru dari aplikasi pendaftaran paspor daring/online atau APAPO yang diterapkan agar pelayanan paspor lebih transparan akuntabel dan cepat.

"Hal ini merupakan inovasi terbaru dari Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI untuk mempermudah pembuatan paspor," katanya pula.
Baca juga: Kantor imigrasi Yogyakarta tangkap terapis sinse asal Tiongkok

Gustur Mudi menambahkan melalui fitur-fitur unggulan M-Paspor, diharapkan masyarakat akan menjadi lebih mudah dan cepat dalam membuat permohonan paspor. Hal ini sesuai dengan komitmen Kemenkumham RI khususnya di jajaran keimigrasian untuk memberikan layanan yang prima kepada masyarakat.

"Kami jajaran keimigrasian selalu berkomitmen untuk menyelaraskan pola pikir dan melaksanakan perubahan etos kerja menjadi lebih baik lagi, fleksibilitas ketepatan dan kecepatan selalu menjadi prioritas kami," katanya.

Penjabat Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana berharap Karyo Masuk Desa ini mampu memberikan pencerahan dan pedoman bagi masyarakat di Kabupaten Kulon Progo tentang aturan keimigrasian yang meliputi pembuatan paspor hingga persoalan pekerja migran dan perdagangan orang yang masih marak terjadi.

"Saya sangat senang sekali, nggak usah pergi-pergi jauh kita bisa dilayani, selain itu melalui Karyo Masuk Desa ini sekaligus sebagai upaya ikut serta dalam rangka tertib mengikuti prosedur administrasi keimigrasian yang baik dan benar sesuai aturan mulai dari tingkat desa," kata Tri.
Baca juga: Imigrasi Yogyakarta perketat pengawasan cegah pungli
Baca juga: Imigrasi Yogyakarta hentikan sementara bebas visa warga negara RRT

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel