Iming-Iming Maulana Ajak Bimo & Danis Bunuh Mantan Pacar: Boleh Disetubuhi Dahulu

Merdeka.com - Merdeka.com - Maulana, pria 19 tahun ini mengajak Danis (19) dan Bimo (18) untuk membunuh mantan pacarnya, A. Dia menjanjikan Danis dan Bimo bisa menyetubuhi mantan pacarnya sebelum dibunuh.

"Teman pelaku mau membantunya dengan diimingi dapat menyetubuhi korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Jumat (22/7).

Motifnya, pelaku Maulana sakit hati karena diputus cinta korban A. "Pelaku tidak terima karena diputus oleh korban (A)," ungkap Zulpan.

Zulpan membeberkan kronologi kejadian. Berikut lengkapnya:

Selasa 19 Juli 2022
Pukul 17.00

Pelaku Maulana menjemput korban A di depan aquarium pemadam Ciracas yang sebelumnya sudah membuat janji pada pukul 17.00 Wib. Lalu membawa korban ke tempat pekerjaannya di Toko bangunan jalan Ciracas .

Di Toko Bangunan sendiri, telah menunggu Danis dan Bimo. Mereka menunggu di sebuah kamar.

Pelaku Maulana dan korban bersetubuh di salah satu kamar yang ada di toko. Kemudian, skenario dimulai. Danis dan Bimo tiba-tiba masuk ke kamar dan seolah-olah memergoki pelak

"Kejadian tersebut membuat M mencekek dan menyumpal mulut korban. Lalu menduduki dada korban sambil melanjutkan mencekek korban yang dibantu B memegang kaki korban," kata Zulpan.

Rabu 20 Juli 2022
Pukul 02.00

Pelaku Maulana menyewa mobil Xenia merah di jalan GG. Dewa. Mobil tersebut yang digunakan untuk membuang jenazah A.

Pukul 03.00

Ketiganya lanjut bermain playstation atau PS sambil menunggu waktu Subuh untuk membuang mayat korban.

"Sesaat pada waktu Subuh ketiga pelaku membuang langsung membuang korban A ke kali Cikeas," lanjut Zulpan.

Pukul 21.00

Pelaku Maulana yang dikenal mantan pacar korban A membuat postingan orang hilang di akun media sosial Facebook miliknya.

"Dari hasil penyelidikan di lapangan tim menangkap ketiga pelaku di rumah masing-masing. M dan D ditangkap di kawasan Ciracas, sedangkan B ditangkap di kawasan Gunung Putri," katanya.

Kini Kepolisian telah menetapkan tiga tersangka atas dugaan pembunuhan berencana tersebut.

"Pelaku inisial M (19) laki-laki selaku eksekutor sekaligus mantan korban, D (19) laki-laki membantu eksekutor memegang kaki korban, dan B (18) yang memantau situasi TKP," jelas Zulpan.

Atas dugaan pembunuhan berencana tersebut, ketiga pelaku dijerat Pasal 340 dengan pidana penjara seumur hidup.

Pasal 338 KUHP penjara paling lama 15 tahun dan 365 KUHP dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara.

Barang Bukti

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari penangkapan pelaku, yakni:

Kini barang bukti yang sudah diamankan diantaranya.

-Satu buah celana boxer milik pelaku M,
-Satu buah kaos hijau tosca untuk menyumpal mulut korban,
-Satu unit mobil Xenia merah dengan plat B 2569 TZU,
-Satu handphone milik pelaku M,
-Satu handphone milik pelaku D,
-Satu handphone milik korban A,
-Satu buah baju abu-abu milik eksekutor,
-Satu buah celana pendek biru milik eksekutor,
-Sepasang sepatu hitam milik eksekutor. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel