Imlek Terancam Tanpa Jeruk

* Izin Impor Holtikultura Belum Jelas

TRIBUNNEWS.COM  BATAM,  - Perayaan Imlek tinggal dua pekan lagi. Namun warga keturunan Tionghoa di Batam yang akan merayakan tahun baru Cina menyatakan waswas karena keberadaan buah-buahan kini sangat terbatas, menyusul berlakunya Peraturan Menteri Perdagangan menyangkut izin impor buah impor.

Sejumlah warga Tionghoa di Batam menyatakan, perayaan imlek sangat khas, dan bahkan identik dengan kehadiran buah jeruk, yang selama ini merupakan buah impor. Tapi dengan adanya pembatasan izin impor sayur dan buah, warga jadi sulit untuk dapatkan jeruk di pasaran.

Minimnya stok buah dan sayur juga diperparah dengan kondisi cuaca saat ini. Diperkirakan karena volume angkutan kapal dari pulau sekitar berkurang, maka sayur dan buah di Batam juga berkurang, serta harganya merangkak naik.

Tokoh di Batam, Cahya yang juga merupakan Ketua Apindo Kepri, ketika dihubungi Tribun, Rabu (23/1/2013) mengakui masalah itu cukup mengganjal. Ia mengatakan dengan pembatasan impor produk buah buahan, warga Tionghoa yang merayakan Imlek jadi kesulitan memperoleh jeruk. Padahal jeruk merupakan salah satu buah yang wajib ada pada tradisi perayaan tahun baru Cina.

"Ini jelas berpengaruh. Di tradisi Imlek itu kan harus ada jeruk. Tapi sekarang jeruk langka banget. Dan teman teman pengusaha tidak berani pesan karena regulasinya belum jelas," kata Cahya.

Menurutnya sebulan lalu, Apindo pernah menanyakan masalah ini pada Dewan Kawasan (DK) Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam Bintan Karimun. Saat itu DK, dalam hal ini Sekretaris Jon Arizal mengatakan surat permintaan agar regulasi dikembalikan seperti semula untuk kawasan FTZ, telah sampai di meja menteri perdagangan. Pengesahan juga tinggal menunggu untuk ditandatangani menteri terkait.

"Tapi sayangnya sampai saat ini belum ada progres baru atas kondisi tersebut. Beliau beliau (DK) bilang pada prinsipnya menteri OK untuk izin impor akan dilimpahkan ke BP atau DK seperti yang berlaku sekarang. Dan benar sampai saat ini, surat surat yang kita tunggu, yang katanya sudah OK belum selesai juga," sesalnya.
 
Khusus untuk menghadapi imlek kali ini, pihaknya sudah meminta kepada pihak Badan Karantina agar diberi perlakuan istimewa. Yaitu memberi kelonggaran khusus untuk masuknya buah jeruk menjelang perayaan Imlek.

"Kita sudah koordinasi dengan karantina. Waktu itu karantina minta surat rekomendasi dari persatuan umat Budha. Semoga permintaan ini bisa diakomodir karena ini sudah menyangkut tradisi," kata Cahya.

Langkanya jeruk Imlek diakui sejumlah pemilik kios buah di Batam. Mereka kini masih menjual buah tersebut, namun merupakan stok lama. Masalah dimungkinkan muncul ketika mendekati Imlek.

"Sampai saat ini memang masih belum berdampak pada penjualan buah impor (jeruk Mandarin) di Batam. Tapi untuk sementara stok buah impor masih normal dan masih tersedia," ujar Ana pedagang buah impor di bilangan Nagoya, Rabu (23/1)  

Dia menuturkan, adanya larangan buah impor tentunya akan berdampak pada aktifitas warga Tionghoa, terlebih menjelang perayaan Imlek. "Namun kalau aturannya seperti itu tentunya kita tidak bisa berbuat apa apa," ujarnya.
   
Menurutnya, ketersediaan jeruk mandarin untuk perayaan imlek di toko miliknya masih mencukupi hingga hari Imlek pada 10 Februari 2013. Ketersediaan buah tersebut lebih pada masih adanya stok lama yang telah dipasok importir beberapa waktu lalu.

"Ini merupakan stok lama, dan ada rencana kedatangan buah jeruk lagi menjelang hari Imlek. Tapi belum jelas," ungkapnya.

Ana mengaku dengan terbatasnya stok, maka harga buah menjadi lebih tinggi di banding tahun tahun sebelumnya. Ke depan, sebagai alternatif, buah bisa diambil dari penyalur atau tangan kedua. Namun demikian risikonya harga akan melambung.

Untuk kenaikan harga berbagai jenis jeruk impor yang ditawarkan di toko buah miliknya, juga bervariasi. Jenis jeruk LLHoney Mandarin isi 10 kg saat ini seharga Rp 240 ribu dan mengalami kenaikan dari tahun lalu seharga Rp223 ribu. Jenis lainya terdapat jenis ponkan isi 40 seharga Rp180 ribu, serta jeruk Lokam Fresh Mandarin seharga Rp46.500 untuk isi 20 pcs.

Faktor cuaca
Kadisperindag Kota Batam, Amsakar Achmad mengakui kondisi cuaca belakangan ini lebih mempengaruhi distribusi beberapa komoditi barang di Batam, termasuk produk produk impor. Di antaranya sayur mayur maupun buah buahan impor.
 
"Memang melalui hasil monitoring tim kami yang turun dua minggu sekali, harga harga beberapa komoditi sudah naik di pasar. Termasuk buah buahan import ini. Kalau dilihat dari situasi terkini, betul itu karena persoalan cuaca," beber Amsakar malam tadi. Namun demikian, untuk distribusi stok di Batam, ketentuan tata niaga diakui menjadi faktor yang cukup signifikan.

Bagaima sikap Pemko Batam? "Masalah impor hortikultura ini yang paling penting menurut saya yah kita harus mendudukan dulu regulasinya. Dan bicara soal itu, adanya pada ranah institusi. Ekspor impor ini kebijakannya bukan pada kami," kata Amsakar.

Setelah sebelumnya sempat ada multitafsir pada Permendag dan Permentan, Amsakar berpendapat bahwa jika persoalan kebijakan ini dapat selesai tentu tidak akan berdampak. Bahkan jika ekspor import itu dibuka pun, tidak berarti langsung hasil pertanian petani Indonesia mati.

"Di lain sisi kita mengerti semangat yang diusung Permendag dan Permentan itu. Tapi jangan sampai ada satu kebijakan yang bakal berimplikasi buruk terhadap kebijakan lainnya," tegasnya.

Saat ini, buah buahan impor masuk ke Batam melalui kargo bandara. Tetapi ada juga yang melalui pintu masuk lainnya.

"Pintu masuknya banyak, bisa dari Jakarta, Medan, dan lainnya. Tapi utamanya dari kargo bandara untuk sayur dan buah import itu. Kalau soal tata niaga ini sudah selesai, saya rasa persoalan banjir di Jakarta, atau cuaca hujan tidak akan terlalu berpengaruh pada distribusi produk hortikultura import ini," jelasnya. (tik/adi/ane)

Baca  Juga  :

  • Kriminalitas
    Mobil Pak Haji Digasak di Pinggir Jalan 5 menit lalu
  • Kapolres Tebo Temukan Lima Celana Dalam 3 jam lalu
  • Kriminalitas
    Mucikari Keyko Divonis Satu Tahun 4 jam lalu

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.