Implementasi Ekonomi Hijau Ciptakan 1,8 Juta Lapangan Kerja Baru

Merdeka.com - Merdeka.com - Implementasi ekonomi hijau berpeluang menciptakan 1,8 juta lapangan pekerjaan di Indonesia pada tahun 2030. Peluang ini merujuk kalkulasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang kemudian disampaikan oleh Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam Mandiri Sustainability Forum 2022.

"Bappenas menyatakan, bahwa transisi menuju ekonomi hijau dapat memberi Indonesia peluang untuk menciptakan 1,8 juta pekerjaan baru pada tahun 2030," ujar Destry, di Jakarta, Rabu (2/11).

Lapangan kerja baru dalam iklim ekonomi berkelanjutan seiring dengan pola hidup masyarakat yang secara bertahap akan mengalami perubahan. Bertransisi dari pemanfaatan energi tinggi emisi, ke energi rendah emisi.

Bahkan, Destry menyampaikan, nilai dari potensi ekonomi berkelanjutan di Indonesia cukup tinggi. Hal ini berdasarkan potensi energi terbarukan dari alam Indonesia sangat melimpah.

Destry mengutip informasi yang diterima dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, bahwa alam Indonesia memiliki bahwa sekitar 4.400 sungai yang dapat menyediakan listrik mencapai 24 gigawatt, tenaga angin dengan potensi hingga 100 gigawatt, geo thermal dengan potensi hingga 23 titik dengan 76 gigawatt.

Potensi Lainnya

Potensi lainnya datang dari sektor infrastruktur hijau dengan potensi investasi diperkirakan mencapai lebih dari USD 600 miliar.

Untuk kendaraan listrik, diproyeksikan membutuhkan investasi setidaknya USD 35 miliar dal kurun 5-10 tahun ke depan untuk membangun baterai lithium, dan ekosistem kendaraan listrik.

"Ini adalah potensi yang sangat besar bagi Indonesia dan pada kenyataannya, jika Anda sadar, saat ini sangat sulit untuk mendapatkan kendaraan listrik karena produksinya masih terbatas tetapi permintaannya sangat tinggi," ucapnya. [idr]