Impor 13 Ribu Ton Daging Kerbau India, Bulog Jamin Bebas Covid-19

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya telah menyimpan stok daging kerbau impor asal India sebesar 13 ribu ton. Pasokan tersebut nantinya akan disalurkan untuk menjaga ketersediaan jelang Lebaran 2021.

Pria yang akrab disapa Buwas ini menyatakan stok daging kerbau tersebut aman untuk dikonsumsi. Pernyataan itu dikeluarkannya guna menjawab kekhawatiran, sebab India tengah diterjang third wave pandemi Covid-19.

"Sementara yang sudah kita kelas dalam penjualan sebesar 13 ribu ton. Relatif aman. Pengiriman di sana sudah sesuai standar, kemudian tiba di sini cek, jadi harus aman," ujarnya dalam sesi konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Buwas menyampaikan, sebanyak 13 ribu ton daging kerbau tersebut telah didatangkan sebelum India terkena wabah lanjutan pandemi Covid-19. Perum Bulog disebutnya telah terikat dengan sejumlah perjanjian kontrak dengan pengusaha daging kerbau potong di negara tersebut.

"Kenapa harus India, karena yang ada memang di India. Tapi tetap ada prosedurnya, termasuk halal dan syarat-syarat penyakit. Ini sudah jadi komitmen kontrak kita," kata Buwas.

Dia menceritakan, Perum Bulog telah mendapat penugasan impor daging kerbau dari India sejak 2016 lalu. Pada saat itu, Bulog mendapat penugasan tunggal untuk mengimpor 100 ribu ton daging kerbau.

Namun jumlah stok impornya kemudian mulai mengerucut menjadi 80 ribu ton pada 2021 ini.

"Pada 2016 itu kita dapat kuota 100 ribu ton, 2017 100 ribu ton, 2018 100 ribu ton. Tapi evaluasi kita bahwa pasar yang sesungguhnya kebutuhan pasar kita hanya 80 ribu ton. Itu untuk penugasan, bukan keinginan Bulog, sesuai kebutuhan masyarakat 80 ribu. Jadi pada 2021 ini 80 ribu ton saja," tuturnya.

Jual Daging Beku Rp 90 Ribu, Bos Bulog Tegaskan Tak Ada Permainan Harga

Pekerja tengah menata daging potong di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (15/5/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor daging beku mengalami peningkatan 24,12 persen  selama bulan Ramadan. (Liputan6.com/ Angga Yuniar)
Pekerja tengah menata daging potong di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (15/5/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor daging beku mengalami peningkatan 24,12 persen selama bulan Ramadan. (Liputan6.com/ Angga Yuniar)

Perum Bulog meluncurkan layanan pembelian daging beku sapi dan kerbau melalui e-commerce ipanganandotcom. Pemesanannya saat ini bisa dilakukan dari/untuk 7 kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Yogyakarta, dan Makassar.

Kendati demikian, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, pemesanan daging beku tersebut dibatasi maksimal 2 kg. Dengan begitu, proses pemesanan tidak bisa dilakukan oleh pengusaha daging dengan jumlah besar.

"Kita tidak akan layani puasa dan lebaran dengan kargo yang besar. Borong 100 kg kita tidak akan kasih, karena ini tidak untuk konsumen besar, dan bukan untuk dijual lagi," tegas dia di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Secara stok, pria yang akrab disapa Buwas ini melanjutkan, Bulog telah menyiapkan 13 ribu ton daging beku kerbau impor asal India. Sementara untuk stok daging beku sapi didapatnya dari para peternak lokal di Indonesia, namun secara jumlah dirinya belum bisa menyebutkan secara pasti.

Buwas mengatakan, Perum Bulog turun tangan sendiri dalam menyerap stok daging beku tersebut. Dia tak ingin ada permainan dalam proses penyalurannya kepada masyarakat.

"Kita tidak jual secara besar-besaran kepada pihak ketiga. Kita ingin beri layanan langsung pada masyarakat," ujar dia.

"Bapak Presiden (Jokowi) mengatakan, semakin banyak birokrasi, ini dampak ke cost yang tinggi, sehingga harganya mahal. Yang terbebani konsumen. Ini adalah upaya Bulog bagaimana kita hadir untuk penuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat," tandasnya.

Tekan Harga, Bulog Jual Online Daging Sapi Beku Maksimal Rp 90 Ribu

Pekerja tengah menata daging potong di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (15/5/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor daging beku mengalami peningkatan 24,12 persen  selama bulan Ramadan. (Liputan6.com/ Angga Yuniar)
Pekerja tengah menata daging potong di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (15/5/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor daging beku mengalami peningkatan 24,12 persen selama bulan Ramadan. (Liputan6.com/ Angga Yuniar)

Sebelumnya, mengantisipasi lonjakan harga daging di pasaran saat Ramadhan dan jelang Lebaran 2021, Perum Bulog meluncurkan layanan pembelian daging sapi dan kerbau beku secara online via ipanganandotcom.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, Bulog menghadirkan layanan e-commerce ini guna mengantisipasi lonjakan harga daging sapi di pasar tradisional yang saat ini bisa mencapai Rp 140 ribu per kg.

"Baru kali ini kita lakukan supaya kebutuhan masyarakat akan daging bisa teratasi. Daging kala di pasar sekarang bisa Rp 130-140 ribu per kg. Ini biasa terjadi di hari-hari besar keagamaan, selalu dimanfaatkan untuk kenaikan," ujarnya di Kantor Pusat Perum Bulog, Senin (26/4/2021).

Secara kisaran harga, pria yang akrab disapa Buwas ini memaparkan, ipanganandotcom menawarkan pembelian langsung daging kerbau beku dengan harga Rp 80 ribu per kg. Proses pengiriman akan dilakukan dengan menggunakan cold storage, dengan maksimal pembelian daging 2 kg.

"Tapi kalau kita ada pengiriman itu tergantung area pengiriman. Tapi tidak lebih dari Rp 85 ribu per kg," dia menambahkan.

Sementara daging sapi beku ditawarkan dengan harga maksimal Rp 90 ribu per kg. Buwas pun menjamin mutu dari penjualan daging sapi beku tersebut. "Itu daging sapi beneran, bukan daging palsu," tegasnya.

Terkait kesiapan stok, Buwas menjelaskan, Bulog telah menyimpan pasokan daging kerbau impor asal India sebesar 13 ribu ton. Sedangkan untuk daging sapi beku, Bulog disebutnya telah menyerap secara lokalan dari para peternak sapi di seluruh Indonesia.

"Untuk layani kebutuhan seluruh Indonesia untuk puasa dan Lebaran itu cukup. Tapi kita akan siapkan lebih dari itu bilamana kurang," ujar Buwas.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: