Impor Beras, Ganjar : Jangan Singgung Perasaan Petani

Siti Ruqoyah, antv/tvOne
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para petani untuk tidak panik dengan bergulirnya isu impor beras belakangan ini. Ia yakin pemerintah pusat tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk impor beras.

Menurutnya, yang mendesak saat ini adalah serapan gabah atau beras petani agar lebih cepat, karena hal itu akan membuat para petani merasa nyaman dan sejahtera.

“Sebaiknya semua menahan diri dulu, agar petani kita bisa menikmati hasil panennya dengan baik. Karena ongkos produksinya kemarin itu tidak cukup murah, maka petani hari ini butuh perlindungan, maka jangan sampai ada keputusan yang nanti menyinggung perasaan petani,” kata Ganjar usai menerima Rektor UGM di rumah dinasnya, Jumat malam.

Ganjar meyakini, pemerintah pusat tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan impor beras di tengah musim panen raya.

“Nanti-nanti saja lah di belakang-belakang ketika panen sudah beres semuanya. Kalau memang kurang untuk cadangan atau persiapan bencana kita lakukan. Tapi kalau hari ini terlalu dini,” tegasnya.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menegaskan bahwa Pemerintah tidak pernah mengatakan bahwa saat ini stok beras yang ada di Bulog itu dalam kondisi kurang atau lebih.

Lutfi menambahkan, hal itu sudah menjadi pemahaman umum yang juga telah diterapkan selama bertahun-tahun hingga saat ini, di mana semua pihak mengetahui ketentuan bahwa Bulog harus mempunyai iron stock 1,5 juta ton.

Yang dalam pemenuhannya, Bulog akan melakukan pengadaan beras baik dari produksi lokal maupun internasional.

"Jadi kita bilang sama Bulog, 'Bulog, kamu perlunya sekian'. Kemudian kita hitung sekarang apa yang mau kita capai," ujarnya.

tvone / Teguh Sutrisno