Imran Khan Ancam Kerahkan Jutaan Pendukung Jika Pemilu Tidak Digelar dalam 6 Hari

Merdeka.com - Merdeka.com - Bekas Perdana Menteri Pakistan Imran Khan kemarin memberi ultimatum kepada pemerintah untuk segera membubarkan parlemen daerah dan menggelar pemilihan umum dalam waktu enam hari. Jika tidak, kata Khan, dia akan berunjuk rasa dengan jutaan pendukungnya ke Ibu Kota Islamabad.

Khan menyampaikan ancamannya itu dalam sebuah pertemuan akbar dengan ribuan pendukungnya di Islamabad. Dia berkukuh pemerintahan saat ini adalah pemerintahan impor yang didukung oleh kekuatan asing.

Khan menjabat perdana menteri selama 3,5 tahun sebelum dilengserkan melalui mosi tidak percaya di parlemen bulan lalu. Dia berkeras menyebut pelengseran dirinya didalangi oleh Amerika Serikat yang bersekongkol dengan pemerintahan saat ini yang dipimpin Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Laman Russia Today melaporkan, Kamis (26/5), Khan menyebut dia mendapat ancaman dari pejabat AS lantaran menolak tunduk kepada permintaan Washington dan mendukung sanksi kepada Rusia atas perang di Ukraina.

Sejak dilengserkan, Khan sudah menggelar sejumlah demo di seantero negeri, menyerukan "seluruh rakyat Pakistan untuk turun ke jalan dan menyampaikan pesan bahwa bangsa Pakistan menolak pemerintahan asing."

Dua hari lalu Khan menyatakan dia akan ikut serta dalam unjuk rasa duduk di pusat Islamabad bersama ribuan pendukungnya sampai keinginannya dipenuhi. Namun pada Kamis pagi setelah pemerintah mengerahkan militer untuk melindungi pusat kota, dia mengatakan akan meninggalkan Islamabad, dan berjanji kembali dengan "seluruh rakyat" dalam enam hari jika pemilu tidak digelar.

Dia menuding pemerintah membuat negeri itu bergerak ke arah anarki dan ingin memecah belah rakyat dengan polisi.

Khan mengecam pemerintah yang ingin membungkam massa unjuk rasa damai dengan menggeruduk rumah dan menangkapi mereka yang ikut berdemo.

Perdana Menteri Sharif berjanji akan mencegah pendukung Khan memasuki ibu kota dan menyebut demo mereka itu adalah upaya untuk "memecah belah dan membuat kekacauan." Pihak berwenang bahkan memasang barikade dengan kontainer dan truk kargo untuk menutup jalan menuju Islamabad pada demo dua hari lalu. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel