Imun Muncul Usai Sembuh, Dokter: Masa Tega Anak Sakit Baru Vaksin?

·Bacaan 1 menit

VIVA – Imunisasi merupakan hak tiap anak yang dilahirkan dan kerap terabaikan oleh sebagian orangtua. Bukan tanpa sebab, para orangtua mengklaim bahwa imunitas anak bisa dibentuk dengan sendirinya pasca terinfeksi penyakit.

Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah-Puri Indah, dr. Ellen Wijaya, Sp.A, membenarkan anggapan tersebut. Tetapi, dokter Ellen mempertanyakan sisi kemanusiaan para orangtua yang tega membiarkan anaknya sakit terlebih dahulu agar mampu membentuk sistem imun.

"Masa tega biarkan anak kesakitan dulu?" tanya Ellen, dalam acara media gathering, baru-baru ini.

Dokter Ellen mengatakan bahwa sebagian penyakit tentu memiliki dampak dan bahaya yang bisa mengintai. Tak sedikit yang bahkan memicu kematian akibat penyakit yang tak mampu ditanggung tubuh si kecil.

"Bahayanya ada cacat dan bahkan kematian. Kalau sakit kemudian lumpuh seperti dia sakit polio, gimana?" tekannya.

Ada juga penyakit meningitis yang dapat memicu kejang-kejang pada anak. Dokter Ellen mencontohnya, anak yang berprestasi bisa berubah seratus persen saat terkena meningitis.

"Padahal anaknya pintar, berprestasi tapi karena ada meningitis, kejang, bangun-bangun lupa semua jadi terlambat. Jangan tunggu anak sakit tapi lindungi anak-anak dengan imunisasi," jelasnya.

Untuk itu, dokter Ellen mengimbau agar orangtua mau memberi vaksin, minimal imunisasi dasar. Tak perlu khawatir untuk tetap memberi imunisasi dasar saat masa pandemi, sebab protokol kesehatan sudah dilakukan dengan ketat oleh staff rumah sakit.

"Semua imunisasi khususnya dasar tetap diberikan dengan menerapkan prokes. Namun daerah PPKM darurat memang ada himbauan kalau memungkinkan untuk tunda dalam waktu 3 minggu sesuai himbauan dari IDAI," pesannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel