INA bangun platform investasi infrastruktur

·Bacaan 2 menit

Indonesia Investment Authority (INA) membangun platform investasi yang berfokus pada pembangunan infrastruktur di Indonesia bersama Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ), APG Asset Management (APG), dan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA).

Platform investasi yang dibangun melalui penandatanganan MOU oleh INA bersama CDPQ, QPG, dan ADIA tersebut akan menjadi jalur utama untuk berinvestasi pada pembangunan jalan tol di Indonesia.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada anggota konsorsium CDPQ, APG, dan ADIA yang bergandengan tangan dengan INA di platform investasi perdana kami,” kata Chief Executive Officer INA Ridha D. M. Wirakusumah dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Pertamina - INA jajaki kerja sama investasi untuk ketahanan energi

Selama enam bulan ke depan, konsorsium telah sepakat untuk mengevaluasi serangkaian peluang investasi jalan tol awal yang akan menjadi basis pengoperasian platform investasi.

Setelah didirikan, platform investasi akan terus mencari peluang investasi di sektor jalan tol untuk menambah portofolionya sehingga diharapkan memiliki kapasitas investasi sekitar Rp54 triliun atau 3,75 miliar dolar AS.

INA bersama anggota konsorsium bermaksud menghasilkan keuntungan bagi investor sekaligus membawa manfaat bagi ekonomi Indonesia dengan menyediakan sumber modal internasional baru untuk lebih meningkatkan ekosistem jalan tol.

“Hal ini sejalan dengan visi INA untuk memberikan manfaat ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi Indonesia,” ujarnya.

Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Infrastruktur CDPQ Emmanuel Jaclot mengatakan bagi pihaknya Indonesia merupakan tempat yang menarik untuk berinvestasi terutama di sektor infrastruktur.

Baca juga: Luhut: investasi UEA ke INA wujud kepercayaan ke pemerintah Indonesia

“MOU ini kesempatan untuk membangun portofolio aset jalan penting di salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Infrastruktur APG Asset Management Asia Hans-Martin Aerts menuturkan pihaknya sangat senang dapat bermitra dengan INA untuk platform investasi perdananya yang akan mendukung investasi infrastruktur lebih lanjut di Indonesia.

“Kami menyambut baik kesempatan bekerja dengan CDPQ dan ADIA dalam inisiatif ini untuk memberikan manfaat substansial bagi platform investasi melalui penerapan praktik terbaik dalam kinerja operasional dan tata kelola perusahaan,” katanya.

Direktur Eksekutif Departemen Real Estate & Infrastruktur ADIA Khadem Alremeithi menambahkan, Indonesia merupakan pasar yang semakin menarik bagi investor internasional dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis yang didukung oleh tren demografis yang positif.

“Selama beberapa bulan kami telah bekerja sama dengan INA untuk mengembangkan pemahaman lebih baik tentang tujuan masing-masing dan kami senang diskusi itu menjadikan ADIA terlibat dalam platform investasi pertama INA bersama investor jangka panjang terkenal lainnya,” jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel