Inaca dan Angkasa Pura Harap GeNose Segera Digunakan di Bandara

Fikri Halim
·Bacaan 3 menit

VIVA – Alat penyaringan atau screening COVID-19 buatan dalam negeri yaitu GeNose C19 telah sukses digunakan sebagai syarat perjalanan penumpang pada transportasi darat. Untuk ini, para pelaku transportasi udara mengharapkan agar GeNose C19 juga diberlakukan bagi calon penumpang transportasi udara.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja mengatakan bahwa GeNose C19 sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan sudah disetujui oleh Satgas Covid-19 dengan dikeluarkannya surat edaran.

Dengan demikian, pihaknya yakin alat ini sudah teruji untuk digunakan sebagai alat penyaringan COVID-19 di simpul-simpul transportasi. Seperti pada Kereta Api dan bus antar Kota antar Provinsi

"Untuk ini kami mengharapkan agar GeNose dapat diimplemetasikan pada moda transportasi udara. Jika hal ini digunakan dapat dipastikan akan banyak keuntungan yang akan didapatin oleh para calon penumpang pesawat," kata Denon dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Februari 2021.

Baca juga: Promo Alfamart JSM 19-21 Februari, Serbu Diskon di Akhir Pekan

Ia menambahkan, GeNose C19 ini juga akan menambah opsi bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan selain tes rapid antigen dan PCR, yang menjadi syarat perjalanan transportasi. Terlebih lagi, GeNose C19 yang menggunakan artificial intelligent (AI) akan semakin akurat.

Bahkan, lanjut dia, GeNose C19 sudah diuji validasinya dengan 2000 sampel dan akurasinya sudah 90 persen.

"Untuk ini kami mengharapkan Kementarian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dapat mengeluarkan aturan terkait pengunaan GeNose C19 pada moda transportasi udara sehingga dapat menjadi acuan bagi rekan-rekan operator maskapai dan pengelola bandar udara di Tanah Air," kata Denon.

Sementara itu, Direktur Utama Citilink, Juliandra yang juga bagian dari Inaca mengatakan bahwa pihaknya mendukung diberlakukannya GeNose C19 sebagai alternatif syarat perjalanan transportasi udara. Hal ini dinilai akan menjadikan penumpang pesawat udara memiliki persepsi bahwa persyaratan untuk terbang menjadi lebih mudah dan ringan tetapi tingkat keakurasiannya tetap tinggi.

Demikian juga persepsi dan manfaat lebih mudah dan ringan juga akan dirasakan oleh pihak maskapai karena hal ini dapat diberlakukan juga untuk para crew maskapai yg secara rutin wajib memenuhi persyaratan sehat ini.

"Kami mendukung jika Pemerintah memberlakukan syarat GeNose C19 untuk naik pesawat. Sebab alat screening ini kan lebih terjangkau jika dibandingkan dengan Rapid Antigen atau PCR," katanya.

Pengelola Bandara Nilai Pemeriksaan COVID-19 akan Lebih Cepat

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi mengatakan bahwa dengan digunakannya GeNose C19 pada moda transportasi udara maka akan mempercepat proses pemeriksaan penumpang pada area keberangkatan di bandara udara sebelum penumpang masuk ke dalam pesawat.

"Dengan digunakan GeNose C19 moda udara maka akan membantu akselerasi dari notice airport capacity. Sehingga waktu untuk melakukan kegiatan penerbangan akan lebih singkat," katanya.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Direktur PT. Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin. Ia mengatakan pihaknya akan mendukung penerapan GeNose C19 pada calon penumpang pesawat di bandara-bandaranya.

Untuk ini, pihaknya mengharapkan ada landasan acuan peraturan untuk pelaksanaan pengunaan GeNose C19 ini. Terlebih lagi tujuan utama dari alat ini dapat memastikan kalau calon penumpang bebas dari COVID-19.

"Kami terus dapat berkontribusi optimal dalam mendukung aktivitas masyarakat dan turut mendorong pertumbuhan perekonomian, maka operasional harus memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dan Satgas Penanganan COVID-19,” tutupnya.