INACA White Paper: Industri Penerbangan Mulai Pulih pada 2022

Fikri Halim
·Bacaan 4 menit

VIVAIndustri Penerbangan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak dari Pandemi COVID-19. Data Internasional Civil Aviation Organization (ICAO) menunjukkan bahwa pada tahun 2020 telah terjadi penurunan jumlah penumpang sejumlah 59-60 persen.

Data senada juga disampaikan oleh The Internastional Air Transport Association (IATA), yang menyatakan maskapai mengalami penurunan pendapatan sebesar 54,7 persen pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019.

Melihat kondisi ini, Indonesia National Air Carriers Association (INACA) bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) berinisiatif membuat INACA White Paper. Kajian proyeksi pemulihan di transportasi udara ini bermaksud untuk mengetahui proyeksi pemulihan sektor penerbangan menuju normal baru.

Tujuannya adalah untuk mengetahui kebijakan dan regulasi yang diperlukan dalam mendukung pemulihan sektor penerbangan.

Tim Riset INACA White Paper yang juga Pakar dan Peneliti Hukum Penerbangan dan Pembiayaan Pesawat Udara Unpad, Prita Amalia menjelaskan bahwa sejumlah kajian untuk proyeksi pemulihan sektor penerbangan telah dirumuskan dalam penyusunan INACA White Paper.

Antara lain melalui aspek kesehatan terkait pengaturan vaksin dan pendistribusiannya. Lalu, aspek stimulus ekonomi terkait dukungan Pemerintah untuk sektor transportasi udara dan aspek kebijakan yang hal ini terkait regulasi pembatasan pergerakan orang dan regulasi yang berkaitan dengan kapasitas penerbangan.

"Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, pemulihan sektor penerbangan diprediksi akan mulai membaik pada awal tahun 2022 untuk penerbangan domestik dan akhir tahun 2023 untuk penerbangan internasional," kata dia dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis 15 April 2021.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut dia, maka diperlukan dukungan Pemerintah dalam bentuk kebijakan dan regulasi sebagai strategi pemulihan sektor penerbangan. "Seperti bantuan fiskal untuk pengurangan beban operasional," katanya.

Prita juga menegaskan, bangkitnya sektor transportasi di Indonesia merupakan tanda bangkitnya perekonomian Indonesia. Karena itu, Vaksinasi merupakan game changer pemulihan sektor penerbagan di Indonesia.

Diperlukan adanya kebijakan atau regulasi untuk mengakselerasi program vaksinasi sehingga herd immunity masyarakat bisa segera terbentuk dan terciptanya aktifitas masyarakat yang juga dapat mendukung sektor penerbangan.

Merespons itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, gambaran terkait proyeksi pemulihan sektor penerbangan oleh ini INACA dan Unpad dapat menjadi acuan bagi semua pihak untuk menyongsong kenormalan baru.

"Pemenuhan kebutuhan pelayanan transportasi merupakan hak dasar bagi semua warga negara dan harus diberikan oleh Pemerintah, tidak kecuali di sektor penerbangan," kata Budi dalam keterangan virtualnya.

Budi mengatakan, sebelum Pandemi COVID-19 terjadi sektor penerbangan di Tanah Air sangatlah maju pesat. Namun sekitar Maret 2020 lalu perlahan-lahan terjadi penurunan penumpang yang cukup drastis.

"Akan tetapi kita optimis, seiring upaya pemulihan melalui pemberian vaksin dan penerapan protokol kesehatan yang ketat maka transportasi udara akan segara kembali seperti sediakala," katanya.

Ia juga mengajak seluruh unsur sektor transportasi udara dapat beradaptasi dengan aktivitas baru. Hal ini guna mencegah penularan kembali virus corona. Walaupun demikian dirinya juga meyakini bahwa operator maskapai, yang merupakan anggota dari INACA, telah menjalani prosedur dan protokol kesehatan dengan baik dan cermat.

Menhub mengaku juga mendapat laporan bahwa maskapai di Tanah Air telah mempunyai strategi untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru, dan juga telah di kolaborasikan dengan regulator yang dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

"Saya juga meminta INACA tidak hanya meningkatkan kolaborasi dengan regulator transportasi di dalam negeri, namun saya harapkan dapat berkerja sama dengan organisasi global seperti ICAO atau dengan IATA dengan memfokuskan kerjasama pada pengembangan protokol kesehatan sehingga hal ini dapat membangkitkan bisnis sektor penerbangan dalam waktu yang tidak lama lagi," kata Budi.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja menjelaskan, kajian INACA White Paper berupa proyeksi pemulihan industri penerbangan, berdasarkan hasil pembahasan dengan pihak eksternal melalui kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang telah diselenggarakan sejak bulan Februari hingga April 2021. Hal ini juga didasari bahwa industri penerbangan merupakan sektor yang paling terdampak akibat pandemi COVID-19.

"Kita ketahui bersama bahwa kinerja pada tahun 2020 merosot sangat tajam dibanding tahun 2019. Seperti traffic movement turun 43 persen dari 2,1 juta menjad 1,2 juta, lalu penumpang turun 70 persen dari 91,6 juta menjadi 35,4 juta, disusul, angkutan kargo turun 65 persen dari 1,1 juta menjadi 429 ribu ton. Dan juga pada sektor pariwisata, Wisman turun 71 persen dari 16 juta menjadi 4,6 juta wisman," katanya.

Karenanya, kata Denon, melalui INACA White Paper ini, di samping memberikan gambaran sekaligus langkah yang tepat untuk membangkitkan kembali sektor penerbangan, pihaknya juga memberikan informasi terkait aspek-aspek kekuatan dan peluang apa saja yang mampu menjadi pendorong pertumbuhan dan pemulihan industri.

"Kajian ini nantinya diharapkan dapat membantu para pengambil keputusan, pemerintah dan maskapai penerbangan, serta para stakeholder penerbangan lainnya, dalam menyusun berbagai strategi dan intervensi untuk memulihkan sektor penerbangan selama dan pasca pandemi Covid-19," katanya.

Dalam kegiatan penyusunan White Paper ini juga dihadiri oleh pembicara serta penanggap di antaranya, Ketua Pembina INACA, Irfan Setiaputra; Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti, Plt. Deputi bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati yang mewakili Kepala Satgas Covid 19 Indonesia, Doni Monardo; Ketua Apindo, Haryadi Sukamdani dan Ketua Masyarakat Hukum Udara, Andre Rahardian.