Inafootball Gelar Turnamen Sepak Bola Usia Muda 7 Lawan 7

Liputan6.com, Jakarta Indonesia menjadi tuan rumah turnamen sepak bola usia muda tujuh lawan tujuh Jakarta Seven Soccer (J7S) yang diikuti 36 tim dari 4 negara. Kejuaraan yang digagas INAFOOTBALL ini berlangsung di Persija Academy Football Field (PAFF), Jakarta Timur, 23-24 November.

Empat negara yang ambil bagian terdiri dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Menurut pihak penyelenggara, turnamen J7S menawarkan tantangan dan suasana baru untuk para tim yang menaungi pemain muda. Apalagi, Indonesia belum memiliki helatan turnamen sepak bola usia muda internasional dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Mengusung sepak bola tujuh lawan tujuh, J7S berharap para pemain muda yang berlaga bisa merasakan atmosfer dan persaingan ketat melawan tim yang berasal dari berbagai negara. Tidak hanya itu, ajang J7S dapat menjadi wadah untuk menjalin persahabatan, di mana asal muasal, sejarah dan budaya yang berbeda bersatu melalui sepak bola.

Suhendra Marjuki selaku Managing Director INAFOOTBALL berharap turnamen ini dapat memberikan kontribusi terkait Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional. Hendra ingin J7S menjadi ajang latih tanding tingkat internasional bagi tim-tim sepak bola usia muda di Indonesia.

"Selain itu kegiatan ini bisa jadi kegiatan tahunan di kota Jakarta, agar memiliki kegiatan pembinaan sepak bola usia muda tingkat internasional yang apresiatif, menjadi sebuah signature event berkonsep sport tourism bergengsi, dan jadi daya tarik bagi wisatawan internasional untuk mengunjungi Indonesia,” kata Hendra dalam siaran persnya.

 

Didukung PSSI

INAFOOTBALL saat jumpa pers penyelenggaraan JAKARTA SEVEN SOCCER (J7S), turnamen sepak bola internasional usia muda 7 a side (7v7) pertama di Indonesia. (Istimewa)

Sementara Manajer Kompetisi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Raymond, mendukung penuh turnamen ini sebagai bagian dari pembinaan usia dini. 

“Turnamen usia muda merupakan salah satu kunci sukses pembinaan sepak bola. Sebab melalui sebuah turnamen, pesepak bola muda dapat mengasah teknik, mental dan menambah jam terbang. Di J7S, mereka dapat beradaptasi dengan pemain muda asing sehingga bisa menjadi pemain yang siap dalam persaingan global. Melalui regulasi yang mengacu kepada FIFA Law of The Game, PSSI akan memberikan wasit berlisensi untuk mengawal dan memantau teknis pertandingan sesuai dengan Kurikulum Filanesia,” ujar Raymond.

J7S 2019 akan diikuti tiga kategori usia, masing-masing memiliki kuota maksimal 16-20 tim untuk U10 U12 U14, yang terdiri dari tim lokal dan internasional dengan total 36 tim.

Berbeda dengan turnamen pada umumnya, J7S 2019 akan menggunakan format pertandingan yang berbeda, di mana tim akan memiliki lawan yang lebih seimbang setelah melalui babak kualifikasi. Format digunakan karena lebih efektif diimplementasikan untuk perkembangan tim sepak bola usia muda.

J7S akan memberikan penghargaan kepada seluruh tim peserta sesuai dengan pencapaian yang didapat sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan dan kontribusinya bagi pengembangan sepak bola usia muda khususnya di Indonesia dan umumnya di dunia.

Saksikan juga video menarik di bawah ini: