Incar 2 Juta Dosis Per Hari, Pemerintah Dorong Percepatan Vaksinasi

·Bacaan 4 menit

VIVAPemerintah diketahui terus menggencarkan vaksinasi COVID-19 untuk menekan lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air. Sebelumnya pemerintah telah menargetkan 1 juta penyuntikan dosis vaksin COVID-19 per hari selama bulan Juli.

Kini, pemerintah menargetkan dapat melakukan 2 juta penyuntikan dosis vaksin COVID-19 per hari di Agustus mendatang. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pada akhir Juni 2021 lalu, angka vaksinasi sempat menyentuh 1,5 juta dosis per hari.

“Akselerasi untuk mencapai 1,5 juta vaksinasi per hari masih terus difokuskan. Sejak awal hingga minggu ketiga Juli, suntikan vaksinasi rata-rata sudah mencapai 1 juta dosis, dengan kisaran 900 ribu -1,1 juta per hari,” terang dr. Nadia seperti dalam keterangannya yang dikutip dari laman covid19.go.id.

Lebih lanjut, dijelaskan Nadia, hingga 26 Juli 2021, total ada 63 juta dosis vaksinasi telah disuntikkan, 45 juta dosis pertama dan 18 juta vaksin dosis kedua.

"Cukup banyak yang sudah disuntikkan. Targetnya kita akan berikan vaksinasi kepada 208,2 juta orang, dari semula 181,5 juta, karena ada penambahan penerima vaksin golongan usia 12-17 tahun," kata dia.

Di sisi lain, pada Selasa 27 Juli 2021 kemarin, pemerintah telah mengamankan kembali 21,2 juta dosis vaksin COVID-19 untuk tambahan stok vaksinasi dalam bentuk bulk.

Vaksin yang diterima itu berupa produk setengah jadi dan produk jadi. Vaksin yang datang dalam bentuk jadi akan diperiksa secara fisik dan dikontrol kualitasnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) guna memastikan vaksin berkualitas dan aman.

Sedangkan vaksin dalam bentuk setengah jadi (bulk), akan diolah dulu oleh PT. Biofarma dalam waktu 2 minggu, dan setelah jadi akan diperiksa oleh Badan POM untuk memastikan kualitasnya.

“Kurang lebih tersedia 5-7,5 dosis vaksin dari Biofarma setiap minggunya, sehingga nanti akan ada 21,5 juta vaksin yang siap digunakan pada bulan Agustus,” terang dr. Nadia.

Dr. Nadia menambahkan, saat ini pemerintah baru menerima sekitar 30 persen dari kebutuhan total 460 juta dosis vaksin.

“Untuk itu Pemda harus atur prioritasnya. Saat ini distribusi vaksin 50% fokus ke Jawa Bali, dan dari wilayah itu distribusi fokus ke 57 kabupaten kota aglomerasi. Pembagian vaksin bisa tidak sama, karena harus difokuskan ke kabupaten kota yang jumlah kasus dan laju penularannya sangat tinggi,” tuturnya.

Guna mendukung target pemerintah untuk mendorong vaksinasi dosis pertama di kabupaten/kota, khususnya Jawa Bali. Sejumlah pihak salah satunya seperti yang dilakukan oleh Konimex Group, yang bekerja sama dengan Halodoc membuka sentra vaksinasi di The Park Mall Solo Baru untuk masyarakat di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sentra vaksinasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan tambahan bagi ribuan masyarakat Kabupaten Sukoharjo di tengah meningkatnya kasus positif COVID-19 di berbagai wilayah. Dimulai pada Senin 26 Juli 2021 lalu, kegiatan vaksinasi COVID-19 dosis satu akan direncanakan untuk berjalan selama beberapa hari ke depan.

Dan interval 28 hari untuk penyuntikan dosis kedua. Adapun target peserta penerima vaksinasi COVID-19 yang dapat mendaftarkan diri melalui Aplikasi Halodoc adalah masyarakat umum yang berusia minimal 18 tahun pemegang KTP Sukoharjo.

“Saat ini pemerintah Kabupaten Sukoharjo masih terus bekerja keras untuk meningkatkan cakupan vaksinasi yang saat ini masih berada di angka 13,95 % atau 100.415 penduduk. Oleh karena itu upaya kami untuk terus melakukan percepatan vaksinasi bahkan di situasi PPKM Darurat ini tidak pernah surut demi memastikan masyarakat mendapatkan akses vaksin sebagai bagian dari upaya menurunkan kasus COVID-19" kata Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam keterangannya.

Dukungan yang sangat besar dari Konimex Group yang merupakan perusahaan asli Sukoharjo berharap dapat terus memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia pada percepatan program Vaksinasi COVID-19.

“Kabupaten Sukoharjo memiliki tempat spesial bagi perjalanan Konimex Group selama 54 tahun. Selaras dengan komitmen kami dalam menyehatkan semua orang, penyelenggaraan vaksinasi ini adalah bentuk kontribusi kami dalam mempercepat penyelesaian pandemi di Indonesia,” ungkap Chief Strategy Officer Konimex Group Edward Setiawan Joesoef.

Di sisi lain, Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS mengungkapkan pihaknya akan terus berkomitmen untuk memperluas fasilitasi vaksinasi COVID-19 yang kini telah membantu lebih dari 250.000 masyarakat mendapatkan akses pada vaksin ini.

Irwan turut memberikan beberapa rekomendasi bagi warga Sukoharjo yang baru saja menerima vaksin dosis pertama, diantaranya:

1. Gejala pasca vaksinasi sangat mungkin terjadi dan membuat tubuh mengeluarkan reaksi ringan seperti pusing, demam, nyeri di area suntik, atau mual. Hal ini sangat wajar terjadi, jika warga mengalami hal ini setelah observasi selesai, pastikan langsung mengkonsumsi Paracetamol dan gejala akan membaik dengan sendirinya.

Namun jika ada warga yang merasa gejala sudah berkepanjangan atau intensitas nyerinya terus bertambah padahal sudah mengkonsumsi obat, kontak PIC vaksinasi yang tertera di kartu vaksin atau gunakan layanan telemedicine dari rumah.

2. Ikuti protokol selama masa PPKM Darurat termasuk menghindari aktivitas di luar rumah untuk beberapa hari kedepan. Jika memungkinkan, lakukan kerja dari rumah (Work from Home) agar kemungkinan transmisi virus COVID-19 lebih rendah saat tubuh masih dalam tahap penyesuaian dengan vaksin.

3. Banyak istirahat dan konsumsi makanan bergizi. Konsumsi air kelapa hijau murni juga dapat membantu memperkuat imun tubuh.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel