Indahnya Bir Ali, Tempat Singgah Para Tamu Allah Mengambil Miqat

Merdeka.com - Merdeka.com - Tempat ini bernama Bir Ali. Mereka yang pernah ke Madinah pasti tidak asing dengan namanya.

Bir Ali adalah sebuah kawasan yang dahulunya bernama lembah Aqiq. Bir diartikan sebagai sumur. Penambahan Ali karena konon, dahulu ada banyak sumur yang dibuat oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA di sana. Meski kini, sumur-sumur itu terlihat lagi di sana.

Cukup 15 menit dari Madinah, maka akan sampai di Bir Ali. Setibanya di titik Bir Ali, pengunjung akan terpukau. Karena di sini, tanaman hijau mendominasi. Pemandangan yang jarang ditemukan di Madinah.

Di Bir Ali terdapat masjid hasil rancangan arsitek Abdul Wahid El Wakil. Bentuknya kotak dengan tembok tinggi menjulang. Cat bangunan didominasi warna krem. Banyak sekali pilar kokoh menopang. Area salatnya cukup luas dan bersih. Memudahkan jemaah, masjid Bir Ali dilengkapi 512 toilet dan 566 kamar mandi.

Masjid Bir Ali disebut juga sebagai Masjid Syajarah. Syajarah berarti pohon. Penamaan karena pada masa itu, Nabi Muhammad SAW pernah berteduh di bawah sebuah pohon (sejenis akasia). Itu pula yang mungkin membuat area sekitar masjid Bir Ali ditumbuhi tanaman hijau dan deretan pohon kurma.

merdeka.com bersama tim Media Center Haji (MCH) berkesempatan mengunjungi Bir Ali, pada Minggu (12/6). Benar-benar hijau pemandangan masjid yang di sekelilingnya banyak bukit berbatu cadas. Di masjid ini, pintu masuk area wudu dan tempat salat berbeda antara jemaah laki-laki dan perempuan.

Untuk jemaah perempuan, pintu wudu ada di nomor 3 dan 4, dengan nomor gerbang masjid 6 dan 7. Sementara jemaah laki-laki, pintu masuk wudu pintu 5 dan 6 dengan nomor gerbang menuju area salat 1-5.

Di antara area wudu dan pintu masjid, baik di tempat jemaah perempuan dan laki-laki terdapat taman kecil. Rumput hijau, pohon kurma yang mulai berbuah hingga tanaman dengan kembang berwarna putih dan merah bella.

Cuaca cukup cerah karena saat tim MCH tiba tepat menjelang Zuhur. Meski angin bertiup, udara masih terasa panas karena suhu saat itu sudah 43 derajat Celcius.

Tanaman hijau juga ditemukan di area luar. Ditata sedemikian rupa. Hijau dan rapi. Uniknya, ada sebuah pohon pisang terlihat di salah satu pojok taman.

Masjid Bir Ali telah mengalami beberapa kali renovasi. Dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz (87-93 Hijriyah), kemudian oleh Zaini Zainuddin Al Istidar pada tahun 861 Hijriyah (1456 Masehi) Lalu pada zaman Dinasti Usmaniah dari Turki dibantu seorang muslim dari India pada tahun 1090 Hijriyah (1679 Masehi), hingga terakhir oleh Raja Abdul Aziz yang memerintah Kerajaan Saudi Arabia dari tahun 1981 sampai 2005.

Tahap demi tahap renovasi membuat area Masjid Bir Ali yang sebelumnya hanya 9.000 meter persegi kini mencapai 34.000 meter persegi termasuk masjid, taman, lapangan parkir, dan paviliun

Untuk diketahui, jemaah haji dari Madinah yang telah mengenakan pakaian ihram, akan singgah beberapa saat di Bir Ali sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk melakukan miqat. Mereka akan mengerjakan salat sunah umrah di masjid ini.

Bagi yang telah selesai, jemaah kembali ke bus. Sebelum bus berjalan, jemaah diminta lebih dulu berniat umrah wajib. Umrah langsung dilakukan sesaat setelah mereka tiba di Makkah.

Hari ini, sebanyak dua kloter jamaah haji Indonesia akan diberangkatkan ke Makkah hari ini, Minggu (12/6) waktu Saudi. Jamaah yang akan diberangkatkan adalah kloter SOC 1 dan JKG 1 dengan total jamaah lebih kurang 700-an orang.

Jamaah yang diberangkatkan adalah mereka yang telah sembilan hari berada di Madinah. Total ada 18 bus yang membawa jamaah menuju Makkah. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel