Indahnya Cinta Seorang Ibu akan Selalu Menerangi Hidup Putrinya

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Lilik Suryani

Saat aku masih kecil, mama pasti mengetahui dan merasakan bahwa aku sangat menyayangimu. Waktu aku berusia 5 tahun belajar di bangku TK, aku sering memintamu untuk mengantarku hingga di depan gerbang sekolah. Tetapi saat aku menyadari kau tidak menunggu dan langsung meninggalkanku untuk pergi bekerja. Seketika itu aku menangis kencang sambil memanggilmu. Entah mengapa aku sangat sedih kala itu.

Sekian tahun dari semenjak usia remaja hingga dewasa, aku baru mengucapkan bahwa aku menyayangimu, beberapa minggu yang lalu. Meski mungkin kau tidak percaya karena aku mengatakan melalui pesan singkat. Namun sesungguhnya itu adalah ucapan yang berasal dari lubuk hati yang terdalam. Aku sangat sedih jika mama membicarakan hal-hal kelemahan dan kekecewaanmu padaku. Tapi aku juga ingin mama memaafkan sikap dan perilaku diriku yang sering menyakitimu.

Aku bersyukur bahwa aku terlahir dari rahimmu. Menuruni sedikit sifat dan kepribadianmu yang welas asih, sederhana dan lembut. Mama, kau adalah inspirasiku. Pengalaman dalam menjalani hidup, nasihat yang selalu kau tuturkan dan kasih sayang yang kau berikan, kurasa aku tak bisa hidup tanpamu seumur hidupku. Tak bisa kubayangkan jika suatu hari kehilanganmu. Karena hanya dengan dari doa dan restumulah yang mendukung di setiap langkahku.

Surga di Telapak Kakimu

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Creativa
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Creativa

Jika itu terjadi, pasti aku akan sangat kehilangan, sedih yang tak berujung dan rindu yang tak terobati, karena tak bisa bertemu denganmu lagi. Oleh sebab itu, setelah aku berumah tangga dan tinggal berjauhan, sesering mungkin selalu mengunjungimu. Dan kapan pun mama merindukan kami, pasti anakku yang dengan riang gembira, suami dan aku segera datang ke rumahmu untuk menginap.

Dulu ketika aku hamil hingga anakku berusia 2 tahun, kita tinggal bersama di rumah mama. Sehingga kau sangat dekat dan sering merindukannya. Mama, kau bagaikan malaikat penyelamat hidupku. Di kala aku berada dititik terendah, kaulah yang menyemangatiku. Terkadang memberikan sesuatu yang kubutuhkan tanpa kupinta. Nalurimu sangat mengesankan sampai aku tak mampu menutupi masalah yang sedang kuhadapi. Kau akan segera menolongku dengan caramu.

Tak akan bisa aku membalas budimu, rasa terima kasihku tidak akan cukup menggantikan semua yang telah kau berikan padaku selama ini. Hanya pengabdian dan kehadiranku yang sanggup aku berikan padamu. Doakan aku agar selalu mendapatkan ridamu dan surga yang berada di telapak kakimu. Semoga harapanmu yang menginginkan aku untuk merawat dan menjagamu, kelak bisa kupenuhi. Karena aku pun juga sangat ingin berada di sisimu hingga akhir hayatmu, mama.

#ChangeMaker