Indahnya Persaudaraan dari Ragamnya Perbedaan yang Ada

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Punya cerita atau pengalaman tentang rasa rindu kepada kampung halaman, berbagai macam makanan khas daerahmu yang menggugah selera, hingga objek wisata yang bagai surga dunia? Atau punya cara tersendiri dalam memaknai cinta Indonesia? Pada bulan Agustus kali ini, kamu bisa membagikan semuanya dalam Lomba Share Your Stories bulan Agustus dengan tema Cinta Indonesia seperti tulisan yang dikirim oleh Sahabat Fimela ini.

***

Oleh: Nelly Marisi Situmeang

Ini ceritaku sewaktu aku kecil di sebuah perumahan karyawan di perkebunan, tepatnya Perkebunan PTPN 3 Emplasmen Janji Rantau Prapat. Ini tempat ayahku bekerja sebagai buruh pabrik. Namun, di sinilah kisah indahku dan awal aku jatuh cinta dengan negeriku Indonesia.

Di perumahan ini kami tinggal berdampingan dengan berbagai suku yang umumnya itu Batak, Melayu, Jawa, dan Sunda dengan agama yang berbeda-beda. Tetanggaku, yang rumahnya sedinding dengan kami itu suku jawa beragama Islam. Depan rumahku ada Sunda beragama Islam. Pokoknya aku bisa bahasa Jawa dan mereka pun bisa juga bahasaku yaitu Batak.

Indahnya bertetangga dengan mereka adalah ketika aku bebas berkunjung ke rumahnya minta bagi makanan dan numpang nonton TV di sana. Dan sebaliknya betapa bahagianya aku jika mereka datang ke rumahku dan mau memakan makanan yang aku punya dan bermain bersama. Tak ada sungkan apalagi takut yang disajikan itu makanan haram, karena kalau haram pasti kularang.

Indahnya Suasana Kehangatan Bersama Para Tetangga

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/jaboo2foto
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/jaboo2foto

Setiap hari besar agamaku yaitu Natal dan Tahun Baru, kami selalu mengantar makanan ke rumah tetangga yang Islam minimal 6 rumah di dekat kami, dan tanpa ragu mereka menerimanya, biasanya kami antar kue bolu, kue kering dan dodol yang kami masak sendiri. Kebahagiaan tersendiri jika di depan mataku ketika aku mengantarnya, anak-anak mereka yang adalah temanku langsung berebut menyambar makanan yang kubawa.

Saat Hari Raya Idul Fitri tetanggaku juga mengantar makanan ke rumahku, dapat banyak lho. Ada yang antar lontong, rendang, nasi urap dan kue-kue juga, enak-enak semua dan aku selalu berebut dengan kakak dan adikku. Bahkan pas Idul Adha pun mereka antar daging sapi mentah ke rumah. Aku jadi selalu berpikir ingin rasanya bisa ada perayaan tiap hari.

Di setiap perayaan, kami juga saling mengunjungi bersilaturahmi, bahkan anak-anak bisa dapat angpao alias uang hehehe.

Begitu indahnya persaudaraan kami, dari sini aku tahu kalau perbedaan itu sangat indah, dan mempersatukan. Justru dengan perbedaan kami bisa tahu makanan khas dalam setiap perayaan. Sepertinya rindu selalu ada perayaan hari besar supaya selalu dapat makanan.

Indonesiaku yang beragam, tanpa kusadari dipersatukan oleh makanan tetangga.

Di makananmu, kutemukan eratnya persaudaraan.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel