Indef Kini Dilibatkan Dalam Rumusan Kebijakan Menteri Investasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Investasi/BKPM melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dan Ikatan Alumni Universitas Brawijaya dalam rangka mendorong Investasi, Nilai Tambah, dan Kesinambungan Pembangunan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas MoU yang kita teken baik dari Indef maupun dari Ika Universitas Brawijaya. Terkait dengan Indef saya pikir tidak hanya pada tataran MoU, tapi asesmen harus diterjemahkan pada kegiatan-kegiatan yang konkrit yang konstruktif,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM, dalam penandatanganan nota kesepahaman, Rabu (8/9/2021).

Dalam sambutannya, Bahlil menyebut tidak ada sebuah negara di dunia ini bisa berkembang baik, jika tidak ada suatu data yang memberikan pertimbangan supaya bisa menjadikan satu referensi dalam pembuatan keputusan.

“Saya pikir Indef adalah salah satu institusi yang tidak perlu diragukan lagi kualitas data dan cara berpikir untuk bagaimana pembangunan bangsa dan negara. Kedua kami juga ucapkan terima kasih ketua umum IKA UB, apa yang bisa kita kembangkan lewat yang ini kita selesaikan saja karena pak prof adalah penasehat kami,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Pendiri dan Ekonom Senior INDEF Didik J Rachbini, mengucapkan terimakasih atas dibukanya peluang kerjasama untuk memberikan masukan kepada Kementerian Investasi/BKPM terkait kemajuan investasi di Indonesia.

“Pak Menteri Terima kasih network dan kerjasama ini Insya Allah rekan-rekan bisa menjadi Mitra dan mendapat kesempatan memberikan masukan sebagai anak bangsa. Mengapa demikian karena kami percaya bahwa di titik awal inilah kemajuan ekonomi, di titik awal investasinya kemajuan ekonomi itu akan berjalan,” kata Didik.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dorong Investasi

Presiden Joko Widodo, beserta Menteri BUMN, para Menteri terkait serta Kepala BKPM meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah pada Selasa, 30 Juni 2020. Dok BUMN
Presiden Joko Widodo, beserta Menteri BUMN, para Menteri terkait serta Kepala BKPM meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah pada Selasa, 30 Juni 2020. Dok BUMN

Didik berharap dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini, bisa mendorong investasi yang berkualitas serta berdaya saing di Indonesia sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kedepannya.

“Jadi di titik awal inilah kemajuan ekonomi ditentukan investasi di sektor dan masukkan Kami adalah investasi yang berkualitas berdaya saing sehingga dengan demikian terutama sektor industri maka pertumbuhan ekonomi menjadi injeksi naik dari 4,5,6 persen dan seterusnya,” ujar Didik.

Ketua Umum IKA Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika, juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Kementerian Investasi/BKPM yang telah membuka ruang untuk pihaknya. Sehingga bisa memberikan berbagai masukan agar Kementerian Investasi bisa menjalankan mandatnya sesuai dengan undang-undang.

“IKA UB mengucapkan terima kasih kepada kementerian investasi BKPM khususnya kepada Pak Bahlil Lahadalia yang telah memberikan ruang untuk nanti bisa membantu bersama-sama dengan Kementerian investasi bkpm menjalankan mandat yang telah Allah perintahkan undang-undang maupun presiden,” pungkas Ahmad.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel