Indef: Penyaluran bansos tunai bantu perekonomian masyarakat

Kelik Dewanto
·Bacaan 1 menit

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya mengatakan penyaluran bantuan sosial (bansos) pemerintah dalam bentuk tunai bisa membantu perekonomian masyarakat.

"Dengan mendapat bansos tunai, maka bisa memenuhi kebutuhan dasar dan survive sampai vaksin terdistribusi. Tujuannya, memang bukan supaya pendapatan kelompok masyarakat miskin dan rentan tidak turun, tapi supaya masyarakat masih bisa bertahan," ujar Berly dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Cegah penyelewengan, pemerintah perketat pengawasan bansos 2021

Menurut dia, selama masa pandemi COVID-19, banyak masyarakat yang pendapatannya menurun, khususnya sektor informal, pekerja upah harian, dan pedagang.

Di samping itu, para pekerja formal juga banyak yang dirumahkan atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kelompok masyarakat terdampak COVID itu perlu dapat bantuan tunai. Kalau bansos barang selain rentan korupsi juga belum tentu komposisinya sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak bisa disamakan di berbagai penjuru Indonesia," katanya.

Dalam penyaluran bantuan sosial pada 2021 berbentuk tunai ini, pemerintah memastikan pengawasan akan diperketat guna mengantisipasi penyimpangan dan tentu ini akan berdampak pada perekonomian masyarakat Indonesia dari bantuan tersebut.

Berly mengatakan kelompok masyarakat berpendapatan rendah atau rentan masih harus melakukan belanja kebutuhan pokok seperti makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Sementara kelompok menengah ke atas, tidak demikian.

Dengan demikian, lanjutnya, pemerintah masih harus menyalurkan BLT kepada masyarakat kelas menengah ke bawah untuk menjaga daya beli.

Ketika konsumsi masyarakat terdorong dengan bansos pemerintah, menurut Berly, maka permintaan pun meningkat, sehingga industri akan kembali berproduksi dan mendorong datangnya investasi.

"Kalau yang didorong konsumsi, masyarakat dikasih BLT, kemudian permintaan ada, maka investasi akan naik lebih cepat. Makanya, jump start-nya harus dari stimulus fiskal," ujarnya.

Baca juga: Kemensos perbaiki skema distribusi bansos 2021
Baca juga: KPK pantau penyaluran bansos 2021