Indef prediksi ekonomi RI 2021 tumbuh 2,5 - 3 persen

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 mencapai kisaran 2,5 - 3 persen karena sektor keuangan dan riil diperkirakan masih berjalan separuh dari kapasitas normal.

“Kalau masih separuh dari kapasitas, 2021 target pemerintah itu lima persen, potong saja separuh 2,5 - 3 persen itu lebih realistis,” kata Eko Listiyanto dalam webinar ekonomi RI 2021 di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, tahun 2021 masih banyak tantangan. Salah satunya terkait vaksinasi yang diharapkan mendorong perekonomian namun belum tentu pada semester pertama sudah mulai dilakukan vaksinasi COVID-19.

Dia menjelaskan penanganan pandemi merupakan kunci utama khususnya dalam pemulihan ekonomi.

Sementara itu, target inflasi 2020 diperkirakan kisaran tiga persen bahkan di bawah dua persen.

Tak hanya itu, ia juga memperkirakan realisasi penyaluran kredit 2021 juga akan tersendat, kemudian ekspansi moneter juga tidak bisa lebih besar karena rupiah lebih berfluktuatif dibandingkan negara lain di ASEAN.

“Sehingga untuk mengurangi tensi fluktuasi harusnya bunga diset menarik dengan begitu tidak bisa ekspansi kencang,” katanya.

Meski begitu, beberapa indikator pada kuartal III-2020 di antaranya indeks Indonesia manufacturing (PMI) mulai ada perbaikan dari Maret 27,5 menjadi 47,2 pada September 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya merilis pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal III-2020 terkontraksi 3,49 persen atau terjadi perbaikan dibandingkan kuartal II-2020 kontraksi 5,32 persen.

Pemerintah memperkirakan keseluruhan 2020 pertumbuhan ekonomi RI mencapai minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen.

Sebelumnya, dalam asumsi makroekonomi APBN 2021, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi RI 2021 mencapai kisaran 5 persen.

Baca juga: Ekonom dorong insentif genjot pertumbuhan kredit 2021
Baca juga: Mendag sebut komunitas APEC kunci pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik
Baca juga: Gubernur BI optimis kuartal IV 2020 ekonomi Indonesia tumbuh positif