Indeks Bisa Terganjal BI Rate

PLASADANA.COM - Investor di Bursa Efek Indonesia kini tengah galau, menunggu dengan harap-harap cemas keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan atau mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate). Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan akan terganjal jika bank sentral kembali mendongkrak suku bunga demi menekan inflasi.

Pada penutupan perdagangan Rabu 14 Agustus 2013, IHSG menguat 47,33 poin (1,02 persen) ke level 4.699,73. Indeks melanjutkan reli dalam dua hari hingga lebih dari 2 persen lantaran optimisme pasar akan kinerja bursa saham domestik dan regoinal. Optimisme membaiknya kondisi ekonomi global setelah beberapa negara maju merilis data ekonomi yang positif turut mendorong aksi beli investor.

Namun laju IHSG kemungkinan tersendat jika Bank Indonesia menaikkan BI Rate hingga di atas 6,5 persen. Hari ini, Dewan Gubernur Bank Indonesia akan menggelar rapat rutin, yang salah satunya mengevaluasi relevansi BI rate dengan inflasi saat ini yang hampir menembus 8 persen.

Kini kalangan analis memperkirakan bank sentral akan menaikkan BI rate dengan rentang 25-50 basis poin. Artinya, ada kemungkinan BI rate bisa menembus 7 persen. Apalagi, selain inflasi ada alasan lain bagi Bank Indonesia untuk menaikkan BI rate yakni turunnya nilai tukar rupiah hingga Rp 10.300 per dolar Amerika.

"Bank Indonesia memiliki pilihan sulit," kata Ekonom Credit Suisse di Singapura, Robert Prior-Wandesforde, kepada Reuters.

Jika BI rate jadi dinaikkan, indeks diperkirakan bergerak pada rentang 4.570-4.750. Potensi penurunan IHSG pun semakin kuat lantaran ada ancaman aksi ambil untung besar-besaran setelah indeks naik lebih dari 2 persen dalam dua hari.

Penulis: Peppy Ramadhyaz