Indeks Kecakapan Bahasa Inggris, Indonesia Urutan 81 dari 111 Negara

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan peta jalan atau roadmap disebut Making Indonesia 4.0. Diharapkan sektor industri 4.0 bisa menciptakan lapangan kerja yang berbasis teknologi.

Sejalan dengan itu, penggunaan bahasa asing terutama bahasa inggris menjadi suatu keharusan di era 4.0 saat ini, terutama bagi para pencari kerja.

Laporan Indeks Kecakapan Bahasa Inggris atau EPI (English Proficiency Index) 2022, Indonesia peringkat 81 dari 111 negara. Masyarakat 18-20 tahun memiliki tingkat kecakapan yang jauh lebih rendah dari pada kelompok 26-30 tahun di Indonesia.

Melalui EF EPI Report 2022, ditemukan korelasi atas pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi daya saing para tenaga kerja di Indonesia.

Pelaku bisnis dan tenaga kerja dituntut untuk mampu bersaing memperebutkan peluang global. Sehingga, penguasaan bahasa asing, seperti bahasa Inggris menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam kancah global.

Operations Director EF Adults Indonesia Fanno Hendriawan mengatakan kemampuan bahasa Inggris dapat membantu seseorang meningkatkan daya saingnya di dunia kerja baik pada entry level atau managerial level.

"Kami harap laporan ini akan terus menjadi tolok ukur dan pengingat untuk meningkatkan keterhubungan manusia melalui pemahaman Bahasa Inggris sebagai bahasa global," kata Fanno saat merilis Laporan Indeks Kecakapan Bahasa Inggris Tahun 2022 secara virtual, Kamis (17/11).

Ia menambahkan, sejumlah proses dan istilah dalam dunia kerja sulit dijelaskan dalam bahasa Indonesia. Senada, Academic Operation Manager EF English First Indonesia Yunita Yanti meyakini dengan cakap berbahasa Inggris, ia meyakini bisa mendukung para pekerja terutama dalam hal mencari relasi.

"Mendapatkan kesempatan untuk merepresentasi perusahaan untuk pihak asing, mempermudah proses peningkatan skill, dan menemukan kesempatan kerja yang lebih luas," katanya.

Indonesia menempati peringkat 81 dari 111 negara atau turun satu peringkat dibandingkan dengan posisinya di tahun lalu. Di Asia, Singapura masih menempati urutan teratas sementara Indonesia menempati urutan ke-15 dari 24 negara.

Indonesia memiliki skor 469 dari 800 atau bertambah 3 poin dari tahun lalu yaitu 466. Skor Indonesia berada di urutan menengah atau setara dengan tingkat B1 dalam Common European Framework for Reference. Masih sama seperti tahun lalu, skor tersebut berada di bawah rata-rata skor regional Asia atau 500.

Melalui EF EPI Report 2022, ditemukan korelasi atas pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi para tenaga kerja di Indonesia.

"Indonesia memiliki kondisi generation gap yang unik dibandingkan negara lain di Asia. Masyarakat 18-20 tahun memiliki tingkat kecakapan yang jauh lebih rendah dari pada kelompok 26-30 tahun. Ini menunjukan bahwa perkembangan kemampuan bahasa Inggris tidak terjadi di bangku sekolah, melainkan saat memasuki dunia kerja," tambah Head of Academic Affairs, Dr. David Bish.

Penurunan peringkat Indonesia saat ini bisa ditingkatkan melalui pemilihan metode pembelajaran yang lebih tepat dan membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan.

EF melihat bahwa mempelajari sebuah bahasa asing membutuhkan usaha yang konsisten. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda berdasarkan tingkat kefasihan dan tujuan masing-masing. [rhm]