Indeks Saham Hang Seng Pimpin Penguatan di Bursa Asia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Singapura - Sebagian besar bursa saham Asia bergerak menguat pada awal pekan di tengah sentimen investor mencermati perkembangan kasus COVID-19.Indeks saham Hong Kong Hang Seng memimpin penguatan di bursa saham Asia.

Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 2,41 persen ke posisi 30.159,01. Saham Evergrande New Energy Vehicle Group, produsen mobil listrik melonjak 51,67 persen setelah perseroan mengumumkan mendapatkan investor yang beli saham USD 3,35 miliar. Saham Evergrande Group di bursa Hong Kong melompat 7,27 persen.

Indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 2,18 persen ke posisi 3.208,99. Indeks saham Shanghai menguat 0,48 persen ke posisi 3.624,24. Indeks saham Shenzhen mendkai 0,52 persen ke posisi 15.710.

Di tengah pandemi COVID-19, China dapat menarik investasi lebih besar Amerika Serikat. China dapat menarik investasi USD 163 miliar pada 2020 dibandingkan AS sebesar USD 134 miliar. Demikian mengutip laman CNBC, Senin (25/1/2021).

Investor juga menanti pidato Presiden China Xi Jinping di Agenda Davos 2021. Sementara itu, di Jepang, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,67 persen ke posisi 28.822,29. Indeks saham Topix menanjak 0,29 persen ke posisi 1.862. Indeks saham Australia menguat 0,36 persen ke posisi 6.824,70. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melompat 1,27 persen.

Indeks saham Singapura melemah 0,60 persen, indeks saham Taiwan turun 0,45 persen, dan IHSG tergelincir 0,77 persen.

Investor Cermati Perkembangan Kasus COVID-19

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Investor mengawasi perkembangan COVID-19 seiring global berupaya melawan COVID-19 yang bermutasi. Virus COVID-19 yang bermutasi menghasilkan sejumlah varian yang berpotensi lebih menular.

Di Hong Kong, pemerintah memutuskan mencabut lockdown di daerah distrik Kowloon setelah sekitar 7.000 orang tes COVID-19. Secara global, lebih dari 99 juta orang telah terinfeksi COVID-19. Kasus meninggal karena COVID-19 mencapai 2.127.206.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini