Indi, Paskibra KJRI Kuching anak petani di kebun sawit raih beasiswa

Anggota Paskibra pada upacara peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI di halaman kantor KJRI Kuching, Malaysia, Indi, seorang pelajar yang orang tuanya petani di perkebunan sawit berhak untuk mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan SMA/sederajat ke Tokyo, Jepang.

"Saya juga tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan menjadi anggota pengibar bendera pada HUT ke-77 di KJRI Kuching ini. Dan saya juga sangat bersyukur bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke tingkat SMA ke Tokyo, Jepang," kata Indi saat ditemui di halaman Kantor KJRI Kuching, Rabu.

Ia menjelaskan di Kuching, Sarawak, ia mengikuti orang tuanya yang bekerja sebagai petani perkebunan sawit. Selama mengikuti kedua orang tua di kebun sawit, Indi sendiri mengenyam pendidikan di Community Learning Center (CLC) Wilmar Segar Mas, di salah satu perusahaan perkebunan sawit di Sarawak hingga menamatkan pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

"Kiat saya hingga bisa mendapatkan beasiswa itu, dengan belajar sungguh-sungguh dan mendapatkan prestasi nilai rapor yang baik hingga saya menamatkan pendidikan di SMP. Kemudian melalui seleksi dan tes dan dari ratusan pelajar yang ada di Sarawak ini saya berhasil terpilih mendapatkan beasiswa tersebut," kata Indi.

Ia mengatakan beasiswa yang didapatkannya ini akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dengan berusaha menyelesaikan pendidikan lanjutan nanti di SMA.

"Dari beasiswa ini nantinya saya akan melanjutkan ke SMK Negeri 2 Subang, Jawa Barat, mungkin selama satu tahun kalau nanti dianggap baik dan lulus baru nanti kami dibawa untuk magang ke Tokyo, Jepang," kata Indi yang juga berasal Sulawesi Selatan itu.

Sementara Itu, Koordinator Penghubung (KP) CLC Sarawak Lucky Fathria Jatnika, menjelaskan, dari 10 anggota Paskibra ada empat orang yang mendapatkan beasiswa.

"Mereka itu dua orang mendapatkan beasiswa dari Kemendikbudrsitek dan dua orang lagi mendapatkan beasiswa dari yayasan," katanya.

Ia menambahkan adanya beasiswa untuk anak-anak ini merupakan upaya KJRI Kuching untuk mengusahakan anak-anak pekerja migran Indonesia yang bekerja di Sarawak, Malaysia ini agar terus mendapatkan pendidikan tidak hanya sampai di tingkat SD atau SMP saja.

"Akan tetapi mereka juga bisa melanjutkan ke jenjang SMA/sederajat, bahkan bisa melanjutkan hingga ke perguruan tinggi," demikian Lucky Fathria Jatnika.

Baca juga: 10 putra-putri kibarkan Merah Putih di Kuching

Baca juga: Kemerdekaan RI-KJRI Kuching antusias siapkan upacara HUT ke-77 RI

Baca juga: KJRI Kuching gelar Pesta Rakyat meriahkan HUT ke-77 RI

Baca juga: KJRI Kuching pulangkan 59 pekerja migran Indonesia dari Malaysia